Home / Rasio Keuangan / Saham

Thursday, 28 May 2020 - 18:47 WIB

Accounts Receivable Days: Definisi, Manfaat, dan Cara Hitung

Accounts receivable days adalah jumlah hari beredar sebuah faktur penjualan sejak dicetak hingga selesai ditagih dari customer. Yang ingin diukur adalah efektivitas dari proses penagihan dalam mekanisme pemberian jangka waktu pelunasan piutang kepada customer, apakah sesuai dengan tenggat waktu yang ditetapkan perusahaan atau tidak.

Pengukuran ini biasanya diterapkan pada seluruh faktur yang belum dilunasi pada kurun waktu tertentu, bukan pada satu faktur saja. Saat digunakan untuk mengukur satu customer saja, accounts receivable days dapat mengungkapkan apakah customer sedang mengalami kesulitan cash flow atau tidak, karena customer akan mencoba mengulur masa jatuh tempo yang tertera dalam faktur.

Tidak ada angka yang pasti dalam accounts receivable days yang dianggap baik atau buruk dalam mengelola piutang, karena angkanya sangat bervariasi tergantung kepada industri dan termin pembayaran dari masing-masing perusahaan. Umumnya, selisih 25% dari standar termin yang ditetapkan berarti proses penagihan masih harus diperbaiki. Sebaliknya, angka rasio yang mendekati termin pembayaran kepada customer dapat mengindikasikan bahwa kebijakan penjualan kredit perusahaan terlalu ketat. Akibatnya, perusahaan berpotensi kehilangan penjualan dan laba dengan menolak memberikan tambahan tenggang waktu kepada customer yang “hanya” mungkin belum ingin membayar utangnya.

Baca juga:  Warren Buffet Rugi Besar Gegara Corona?

Dalam berbisnis, sudah menjadi hal lumrah bagi pedagang untuk memperpanjang masa jatuh tempo daripada membayar tepat waktu karena memberikan kelonggaran cash flow bagi pedagang untuk memutar bisnisnya.

 

Cara menghitung Accounts Receivable Days

Rumus yang digunakan untuk menghitung accounts receivable days adalah:

Accounts Receivable Days = (Piutang dagang : Penjualan) x Jumlah hari dalam setahun

 

Contoh perhitungan

Sebagai contoh kasus, jika sebuah perusahaan mempunyai rata-rata piutang Rp. 2 miliar dan penjualan dalam setahun adalah Rp. 10 miliar, maka nilai accounts receivable days yang didapat adalah:

Rp. 2 miliar : Rp. 10 miliar x 365 hari = 73 hari

Hasil perhitungan dapat diartikan bahwa perusahaan membutuhkan 73 hari untuk menagih piutang-piutangnya.

Cara efektif dalam menggunakan rasio ini adalah dengan menelusuri garis tren nya dalam periode bulanan. Dengan cara ini dapat terungkap setiap perubahan dalam proses penagihan jika dibandingkan dalam bulan yang sama di tahun sebelumnya, sehingga dapat digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan bagi manajemen perusahaan.

Yang harus diingat adalah, tanpa memandang penggunaan hasil perhitungannya, accounts receivable days hanya menghitung faktur-faktur penjualan yang belum lunas, sehingga tidak dapat memberikan gambaran apakah faktur tersebut akan dilunasi atau tidak. Oleh karena itu, manajemen perusahaan (dalam hal ini biasanya menjadi tanggung jawab manajer finance atau A/R analyst) harus melakukan pemeriksaan terus menerus terhadap laporan piutang tak tertagih dan memberikan instruksi tambahan kepada staf collector agar tidak terus bertambah.

Baca juga:  Cost of Goods Sold – COGS: Pengertian dan Cara Mencari Dalam Laporan Keuangan

Berikut ini adalah beberapa metode yang biasa dilakukan dalam menurunkan angka accounts receivable days:

  • Memperketat proses pemberian piutang, sehingga customer dengan uang yang lebih terbatas harus membayar tunai
  • Mengingatkan customer untuk membayar sebelum jatuh tempo, sehingga dapat mneyelesaikan masalah pembayaran lebih cepat jika ternyata customer tidak dapat membayar tepat waktu
  • Menggunakan program penagihan untuk meningkatkan efisiensi staf collector.
  • Memperkerjakan karyawan yang khusus mengurus dokumentasi sehingga karyawan yang lain mempunyai lebih banyak waktu untuk menghubungi customer.
  • Menggunakan bantuan hukum untuk memaksa customer membayar tepat waktu.
  • Menyita kembali barang dagangan apabila customer tidak sanggup membayar.

Terima kasih telah membaca artikel pendek mengenai perbedaan market value dan market capitalization dari COCOshoppers. Baca juga tentang free cash flow dan strategi investasi di pasar bearish. Jangan lupa terus #dirumahaja agar #Covid-19 segera berlalu. Selamat mencoba, sukses terus!

 

Share :

Baca Juga

dilusi saham, rights issue dan hmetd, apa maksudnya saham terdilusi atau stock dilution?

Edukasi Saham

Dilusi Saham, Rights Issue dan HMETD
memahami economies of scale bagi perusahaan publik dan ukm (usaha kecil menengah), bagaimana cara mencapainya dan apa manfaatnya

Edukasi Saham

Economies of Scale: Definisi dan Apa Manfaatnya Bagi Perusahaan
how to calculate interest coverage ratio, cara menghitung, rumus, dan definisi

Edukasi Saham

Interest Coverage Ratio untuk Cegah Gagal Bayar
perbedaan market value dan market capitalization di pasar saham-cara belajar saham online

Edukasi Saham

Perbedaan Market Value dan Market Capitalization
fungsi rasio ROE dalam mencari saham profit tinggi

Edukasi Saham

Bagaimana Rasio Return on Equity (ROE) Dapat Membantu Menemukan Saham yang Menguntungkan?
cara memilih saham yang tepat untuk pemula

Edukasi Saham

Tips Memilih Saham Layak Beli Saat IHSG Anjlok
the hottest girl in office, rasio keuangan untuk analisa fundamental saham perusahaan FMCG di indonesia

Edukasi Saham

Rasio Keuangan Terbaik Untuk Analisa Fundamental Saham Perusahaan FMCG
daftar perusahaan sektor konsumer ihsg, sektor consumer goods, sektor manufaktur barang konsumsi, terdaftar di bei bursa efek indonesia, sektor utilitas, sektor infrastruktur, sektor transportasi, infrastructure, utilities and transportation

Saham

Daftar Emiten Sektor Infrastruktur, Utilitas, dan Transportasi Terbaru BEI