Home / Edukasi Saham / Rasio Keuangan / Saham

Wednesday, 6 May 2020 - 16:33 WIB

Asset Turnover Ratio: Definisi, Rumus dan Contoh Perhitungan

Apa itu Asset Turnover Ratio?

Asset turnover ratio, atau rasio perputaran aset dalam bahasa Indonesia, mengukur nilai penjualan atau pendapatan perusahaan dari jumlah aset yang dimilikinya. Rasio ini dapat digunakan sebagai indikator dari efisiensi perusahaan dalam mengelola aset untuk menghasilkan pendapatan.

Semakin tinggi tingkat perputaran aset, semakin efisien perusahaan tersebut dalam mencetak uang dari aset yang dimiliki. Sebaliknya, jika perusahaan mempunyai tingkat perputaran aset yang rendah, berarti perusahaan tersebut kurang efisien dalam mengelola aset untuk menghasilkan penjualan.

 

Rumus dan cara menghitung Asset Turnover Ratio

Berikut ini adalah langkah-langkah dan rumus dalam menghitung asset turnover ratio.

Asset Turnover Ratio = Total Penjualan / ({Aset awal + Aset Akhir)/2}

 

Komponen Rumus Asset Turnover Ratio

Total penjualan adalah total penjualan atau pendapatan yang tercatat dalam satu tahun keuangan.

Aset awal adalah total aset perusahaan yang tercatat di awal tahun atau awal periode keuangan.

Aset akhir adalah total aset perusahaan yang tercatat di akhir periode keuangan.

Asset turnover ratio menggunakan nilai aset perusahaan sebagai pembagi dalam rumusnya. Untuk menentukan nilai aset perusahaan, nilai rata-rata dari aset di tahun tersebut harus dihitung terlebih dahulu. Cara mencari nilai semua komponen rumus dalam laporan keuangan perusahaan adalah sebagai berikut:

  1. Cari nilai aset awal di neraca saldo (balance sheet) pada total aset dari tahun sebelumnya.
  2. Kemudian cari nilai aset akhir pada total aset saat ini atau tahun yang ingin dihitung.
  3. Tambahkan aset awal dan aset akhir lalu dibagi dua, dan Anda mendapatkan nilai rata-rata aset pada tahun tersebut.
  4. Lalu cari total pendapatan atau penjualan di laporan laba rugi (income statement).
  5. Bagi total pendapatan dengan nilai rata-rata aset.

 

Apa yang diberitahu oleh Rasio Perputaran Aset?

Biasanya rasio perputaran aset ini dihitung dalam kurun waktu satu tahun. Semakin tinggi nilai rasio ini, semakin baik kinerja perusahaan, karena nilai rasio yang tinggi mengimplikasikan perusahaan menghasilkan lebih banyak jika dibandingkan dengan aset yang dimilikinya.

Rasio perputaran aset juga cenderung lebih tinggi pada perusahaan di sektor tertentu. Perusahaan ritel dan kebutuhan rumah tangga misalnya, mempunyai aset yang relatif kecil tapi mempunyai volume penjualan yang tinggi, dan sebagai implikasinya memiliki nilai tertinggi dalam penilaian perputaran aset. Sebaliknya, perusahaan di sektor penyedia energi dan properti mempunyai nilai aset yang besar tapi nilai perputaran aset yang kecil.

Karena rasio ini sangat bervariasi dari industri yang satu ke yang lain, membandingkan perputaran aset dari perusahaan ritel dengan sebuah perusahaan telekomunikasi tidak memberikan manfaat yang banyak. Perbandingan hanya akan berguna jika dibandingkan dengan perusahaan pada sektor yang sama.

 

Contoh cara menghitung dan menggunakan Asset Turnover Ratio

Dalam artikel ini kita akan menghitung asset turnover ratio dari 4 perusahaan sekaligus yang terdaftar di 2 sektor berbeda di Bursa Efek Indonesia. Emiten yang akan kita analisa perputaran asetnya adalah PT. Mayora Indah Tbk. (MYOR) dan PT. Diamond Food Indonesia Tbk. (DMND) dari sektor consumer goods, PT. XL Axiata Tbk. (EXCL) dan PT. Indosat Tbk. (ISAT) dari sektor utilitas. Tahun dari laporan keuangan yang digunakan adalah 2019 yang berarti cut off pencatatan di tanggal 31 Desember 2019. Di tahun 2020 saat artikel ini ditulis, baru ISAT saja yang sudah melaporkan keuangan ke BEI untuk periode triwulan pertama (Q1 2020). Oleh karena itu kita terpaksa kembali menggunakan laporan keuangan tahunan dalam perhitungan ini.

Baca juga:  Kenali Ciri-ciri Portofolio Saham Rendah Risiko

Kita akan memulai dari PT. Mayora Indah Tbk. (MYOR), berikut screenshot neraca saldo dan laporan laba rugi yang diperoleh dari BEI.

balance sheet neraca saldo pt. mayora indah tbk. myor tahun 2019 2020 dari laporan keuangan bei idx terbaru, assets of pt. mayora indah tbk. myor for calculating asset turnover ratio

pendapatan revenues sales penjualan pt. mayora indah tbk. MYOR tahun 2019 2020 2021 untuk menghitung asset turnover ratio terbaru tahun ini

 

Sebagai pembanding, perhatikan screenshot dari laporan keuangan PT. Diamond Food Indonesia Tbk. (DMND) berikut.

total aset pt. diamond food indonesia tbk. DMND dari laporan keuangan terbaru 2019 2020 2021 untuk menghitung neraca saldo dan assets turnover ratio atau rasio perputaran aset

 

laporan laba rugi income statement profit or loss statement pt. diamond food indonesia tbk. dmnd dari laporan keuangan financial statement 2019 2020 2021 terbaru tahun ini untuk perhitungan asset turnover ratio

 

Berikutnya adalah sektor telekomunikasi, kita mulai dari PT. Indosat Tbk. (ISAT).

total aset asset turnover ratio dari pt. indosat tbk. isat dari laporan keuangan terbaru tahun 2019 2020 2021 ini

 

laporan pendapatan revenues perusahaan publik laporan laba rugi income statement profit or loss pt. indosat tbk. isat dari laporan keuangan financial terbaru tahun ini 2019 2020 2021

 

Pembanding bagi ISAT dalam artikel ini adalah PT. XL Axiata Tbk. (EXCL). Perhatikan laporan keuangannya di bawah ini.

 

aset assets turnover ratio pt. xl axiata tbl. excl total harta perusahaan publik telekomunikasi saingan telkom tlkm dari laporan keuangan terbaru tahun ini 2019 2020 2021 untuk analisa fundamental saham

 

berapa pendapatan income revenues statement dari pt. xl axiata tbk. excl income statement profit or loss laporan laba rugi emiten saham perusahaan publik idx bei terbaru tahun ini 2019 2020 2021

 

Sekarang mari kita hitung rasio perputaran aset masing-masing perusahaan dengan rumus yang sudah dijabarkan di atas.

(dalam jutaan rupiah)

 MYOR

 DMND

 ISAT

 EXCL

Aset awal

  17,591,706

  4,213,314

  53,139,587

  57,613,954

Aset akhir

  19,037,919

  5,570,651

  62,813,000

  62,725,242

Rata-rata aset

  18,314,813

  4,891,983

  57,976,294

  60,169,598

Pendapatan

  25,026,739

  6,913,792

  26,117,533

  25,132,628

Asset Turnover Ratio

             1.37

           1.41

             0.45

             0.42

Indosat dan XL Axiata mempunyai rasio perputaran aset yang kurang dari 1, yang merupakan hal wajar untuk perusahaan di sektor telekomunikasi dari utilitas. Karena perusahaan-perusahaan ini mempunyai nilai aset yang besar, sudah diperkirakan bahwa pengembalian aset melalui penjualan akan berjalan secara perlahan. Jadi sangat tidak mungkin membandingkan rasio ini dengan Mayora atau Diamond Food, karena perbedaan sektor industrinya. Tapi membandingkan perputaran aset antara MYOR dan DMND dapat memberikan kejelasan perusahaan mana yang menggunakan asetnya dengan lebih efisien.

Dari tabel di atas, dapat dilihat bahwa Indosat mengelola asetnya sedikit lebih baik dari XL. Menimbang model bisnis kedua perusahaan yang sama, maka kita dapat melihat lebih jauh dari sisi lain, seperti dari penambahan aset PT. Indosat yang cukup besar dari tahun sebelumnya. Dengan demikian, untuk Indosat diperlukan penelitian lebih dalam karena terdapat lonjakan bisnis dan profit yang besar dari tahun sebelumnya.

Sedangkan dari perbandingan antara MYOR dan DMND, dapat disimpulkan bahwa DMND berada sedikit di atas Mayora dalam hal asset turnover ratio. Tapi selisih basis aset kedua perusahaan sangat besar, sehingga cukup menarik untuk meneliti DMND karena perusahaan masih berkembang, dan dengan analisa fundamental yang lainnya tidak mustahil saham DMND akan menjadi harta terpendam yang terlupakan para investor.

 

Menggunakan Asset Turnover Ratio dalam Analisis DuPont

Asset turnover ratio merupakan komponen kunci dalam analisis DuPont, sebuah sistem yang mulai digunakan oleh DuPont Corporation sejak 1920an untuk mengevaluasi kinerja beberapa perusahaan besar. Langkah pertama dalam analisis DuPont adalah memecah return on equity (ROE) menjadi 3 bagian, salah satunya adalah rasio perputaran aset, dan yang lainnya adalah profit margin dan biaya permodalan (financial leverage). Rumus perhitungan analisis DuPont dapat diilustrasikan seperti berikut:

Baca juga:  4 Faktor Eksternal Paling Berpengaruh Terhadap Pasar Saham

rumus analisa analisis dupont return on equity rumus perhitungan cara menghitung, formula kalkulasi, metode

 

Bagian pertama dari adalah menghitung marjin laba bersih (net operating income), bagian kedua merupakan asset turnover ratio yang kita bahas dalam artikel ini, dan yang ketiga adalah biaya permodalan. Pembahasan tentang analisis DuPont ini akan dimuat dalam artikel terpisah.

Terkadang investor dan analis saham lebih tertarik pada pengukuran seberapa cepat perusahaan mengembalikan aset tetapnya atau aset lancarnya jika dibandingkan dengan penjualan yang dicapai. Dalam kasus ini, analis dapat menggunakan rasio yang lebih spesifik, seperti rasio pengembalian aset tetap (fixed assets turnover ratio) atau rasio modal kerja (working capital ratio). Kedua rasio ini digunakan untuk menghitung tingkat efisiensi dari pengelolaan masing-masing aset. Rasio modal kerja mengukur seberapa baik penggunaan uang dari modal kerja untuk menghasilkan penjualan atau pendapatan.

 

Perbedaan antara Asset Turnover Ratio dengan Fixed Asset Turnover Ratio

Apabila asset turnover ratio menggunakan total rata-rata aset sebagai pembagi, maka fixed asset turnover ratio hanya menggunakan total rata-rata aset tetap saja. Fixed asset turnover ratio atau rasio perputaran aset tetap, biasanya digunakan untuk mengukur kinerja operasional perusahaan. Rasio yang mengukur efisiensi operasi ini membandingkan penjualan bersih dari laporan laba rugi terhadap aset tetap dalam neraca saldo untuk mengukur kemampuan perusahaan menghasilkan penjualan dari investasinya pada aset tetap, yang biasanya berupa properti, mesin, dan perlengkapan (property, plant, and equipment / PP&E). Rata-rata aset tetap menggunakan nilai bersih aset tetap setelah dikurangi dengan akumulasi depresiasi. Depresiasi merupakan alokasi biaya dari aset tetap yang dibagi ke setiap tahun selama umur aset masih ada. Biasanya fixed asset turnover ratio yang tinggi mengindikasikan perusahaan mempunyai pengelolaan yang lebih efektif terhadap investasi PP&E untuk menghasilkan pendapatan.

 

Keterbatasan dari Asset Turnover Ratio

Kelemahan dari rasio ini adalah kurangnya informasi detil terhadap analisa saham. Bisa saja asset turnover ratio tahun ini berbeda jauh dari tahun-tahun sebelumnya. Investor harus memperhatikan tren dari perputaran aset selama periode waktu tertentu untuk dapat menentukan apakah penggunaan aset membaik atau malah memburuk dari tahun ke tahun.

Rasio perputaran aset juga bisa turun tiba-tiba jika perusahaan baru membeli aset tetap yang besar nilainya. Sebaliknya, penjualan aset dapat menggelembungkan nilai rasio ini. Faktor lain seperti momen hari raya dan hari libur juga dapat mempengaruhi rasio perputaran aset secara signifikan dalam periode kurang dari satu tahun, namun tidak terdeteksi dalam rasio ini.

 

Kesimpulan

Asset turnover ratio adalah rasio yang menghitung efisiensi perusahaan dalam mengelola aset yang dimiliki untuk menghasilkan penjualan atau pendapatan. Investor hanya dapat menggunakan rasio ini pada perusahaan pada sektor industri yang sama.

 

Baca juga tentang rasio profitabilitas dan rasio aktivitas yang sering digunakan investor saham dalam melakukan analisa fundamental saham. Jangan lupa terus #dirumahaja agar #Covid-19 segera berlalu. Sukses terus.

 

Share :

Baca Juga

apa itu definisi rasio profitabilitas dan apa manfaatnya, bagaimana cara menghitung rasio profitabilitas, how to calculate profitability ratios, apa rumus formula rasio profitabilitas

Edukasi Saham

Rasio Profitabilitas: Definisi, Manfaat, Analisa Fundamental
daftar saham indeks lq45 terbaru tahun ini, saat ini, sekarang, daftar saham blue chips alias saham pemenang atau saham unggulan di indonesia ihsg idx bei

Saham

Saham Indeks LQ45, Daftar Terbaru Periode Februari s/d Juli 2020
cara emosi pasar saham bekerja dan berperan dalam perdagangan pasar modal saham, how emotions work in the stock market

Edukasi Saham

Bagaimana Emosi Turut Berperan di Pasar Saham?
cara menghitung rumus dividen, dividend yield, dividend payout ratio

Edukasi Saham

Dividen Saham, Dividend Yield dan Payout Ratio
cara analisa fundamental saham dengan rasio price to earnings ratio (PER) dan price/earnings to growth ratio (PEG) dari laporan keuangan perusahaan publik BBRI dan BBNI

Edukasi Saham

Analisa Fundamental Saham BBRI dan BBNI Dengan PER dan PEG Ratio
dilusi saham, rights issue dan hmetd, apa maksudnya saham terdilusi atau stock dilution?

Edukasi Saham

Dilusi Saham, Rights Issue dan HMETD
cara memilih saham yang tepat untuk pemula

Edukasi Saham

Tips Memilih Saham Layak Beli Saat IHSG Anjlok
cara mencari enterprise value (EV) dan enterprise value multiple (EV/EBITDA) dari dalam laporan keuangan

Edukasi Saham

Enterprise Value (EV) dan Enterprise Value Multiple: Definisi, Manfaat, dan Cara Hitung Dari Laporan Keuangan