Home / Edukasi Saham / Rasio Keuangan / Saham

Wednesday, 29 April 2020 - 21:04 WIB

Bagaimana Cara Menghitung Working Capital / Net Working Capital?

Working capital, atau yang dikenal dengan Net Working Capital, mewakili kemampuan perusahaan untuk membayar utang jangka pendeknya dengan aset lancar yang ada. Dengan menghitung Working capital yang merupakan ukuran penting terhadap kesehatan keuangan, seorang kreditur dan investor dapat mengukur kemampuan perusahaan untuk membayar utang-utangnya dalam waktu 1 tahun.

Dengan menghitung working capital akan menunjukkan selisih antara aset lancar (current assets) dan utang lancar (current liabilities) yang dimiliki oleh perusahaan. Tantangan dalam menghitung working capital adalah saat menentukan kategori yang sesuai dalam daftar aset dan utang dalam neraca saldo (balance sheet) perusahaan dan menguraikan kesehatan keuangan perusahaan secara keseluruhan dalam memenuhi kewajibannya.

 

Rumus Working Capital / Net Working Capital

Untuk menghitung working capital atau net working capital, kita akan menggunakan formula:

Working Capital (Net Working Capital) = Total Aset Lancar – Total Utang Lancar

 

Komponen rumus Working Capital / Net Working Capital

 

Aset lancar

Aset lancar adalah harta yang dimiliki perusahaan sekarang ini, baik berwujud atau tidak berwujud, yang dapat dijadikan uang tunai atau kas dalam waktu satu tahun ke depan.

Yang termasuk dalam aset lancar antara lain:

  • Kas dan setara kas (cash and cash equivalents)
  • Surat berharga yang mudah dijual seperti saham, obligasi, reksa dana, dan reksa dana kontrak (exchange traded funds)
  • Piutang (account receivable)
  • Persediaan bahan baku (raw materials) dan barang dagangan atau produk siap dijual (inventory)
  • Uang muka pembayaran (down payment) dan biaya dibayar di muka (prepaid expense)

Aset yang tidak termasuk dalam aset lancar biasanya masuk dalam kategori aset tetap (fixed assets) seperti:

  • Dana yang terdapat dalam hedge fund
  • Properti seperti tanah dan gedung bangunan
  • Mesin dan perlengkapan
  • Barang koleksi seperti barang antik dan permata bernilai tinggi

Utang lancar

Kurang lebih sama dengan aset lancar, utang lancar mencakup semua kewajiban dan pengeluaran yang harus dibayarkan perusahaan dalam kurun waktu 1 tahun.

Yang termasuk dalam kategori utang lancar antara lain:

  • Biaya terkait operasi seperti beban sewa (rent) dan listrik (electricities atau utilities) hingga alat tulis dan perlengkapan kantor (office supplies)
  • Beban gaji karyawan (employee wages)
  • Beban bunga pinjaman (interest) beserta cicilan pokok utang (principal payment of debt)
  • Utang dagang (account payable)
  • Utang bawaan dari periode berikutnya yang belum dibayar, disebut utang akrual dalam akuntansi (accrued liabilities) seperti utang pajak penghasilan (accrued income tax) dan tunjangan karyawan (employee benefits)
  • Utang dividen (dividends payable)
  • Pinjaman modal jangka pendek (short term capital loan)
  • Pinjaman jangka panjang (long term debt) yang akan jatuh tempo dalam 1 tahun
Baca juga:  Dividen Saham, Dividend Yield dan Payout Ratio

 

Contoh cara menghitung working capital / net working capital

Dalam artikel ini kita akan menggunakan laporan keuangan dari PT. Erajaya Swasembada Tbk. (ERAA) yang sudah diaudit per tanggal 31 Desember 2019. Sekedar informasi, emiten ERAA adalah perusahaan yang memiliki lisensi sebagai distributor resmi beberapa smartphone ternama seperti Apple, Samsung, Oppo, Vivo, hingga HuaWei. Toko retail perusahaan meliputi Erafone, Urban Republic, hingga iBox. PT. Erajaya Swasembada Tbk. (ERAA) juga termasuk dalam indeks LQ45 BEI untuk periode Februari hingga Juli 2020. 

Untuk yang belum pernah menghitung working capital dan mencarinya dalam laporan keuangan tidak perlu khawatir karena dalam neraca saldo perusahaan sudah dibagi antara lancar dan tetap. Perhatikan gambar screenshot di bawah ini.

 

jumlah aset lancar eraa pt. erajaya swasembada tbk. untuk menghitung net working capital tahun 2019 2020 dari laporan keuangan terbaru emiten

 

Sisi aktiva dalam neraca saldo ERAA sudah terbagi antara aset lancar dan aset tidak lancar. Angka yang kita butuhkan adalah Rp. 6.944.525.743.000 sebagai nilai total aset lancar PT. Erajaya Swasembada Tbk. dari tahun 2019 yang akan dibawa ke tahun 2020. Selanjutnya kita akan melihat sisi pasiva dari neraca saldonya.

 

utang lancar atau current liabilities dari ERAA pt. erajaya swasembada tbk. dari balance sheet laporan keuangan 2019 2020 terbaru

 

Total utang jangka pendek yang dimiliki ERAA adalah Rp. 4.615.531.135.000. Sehingga working capital yang dapat dibawa ke tahun 2020 adalah:

Working capital ERAA = Rp. 6.944.525.743.000 – Rp. 4.615.531.135.000 = Rp. 2.328.994.608.000

 

Perubahan working capital

Modal kerja atau working capital perusahaan berubah setiap saat. Utang jangka panjang yang didapat 10 tahun yang lalu akan berubah menjadi utang jangka pendek di tahun ke-9. Jika ada aset tetap yang ingin dijual, sebuah bangunan ruko misalnya, juga berubah menjadi aset lancar jika sudah mendapatkan calon pembeli dalam waktu dekat.

Baca juga:  Earnings per Share (EPS) – Definisi, Rumus, dan Cara Menghitung

Working capital merupakan aset lancar yang tidak didepresiasi seperti halnya aset tetap. Sehingga working capital menjadi aset yang likuid dan dapat digunakan kapan saja oleh perusahaan untuk membayar beban operasional. Beberapa jenis aset lancar bisa saja berkurang nilainya dalam pencatatan akuntansi, misalnya persediaan yang rusak atau penghapusan piutang, tapi pengurangan nilai hanya bersifat sekali saja dalam penyesuaian (adjustment) pencatatan.

Namun penyesuaian terhadap harga pasar dapat menjadi masalah saat menilai persediaan yang dapat kadaluarsa. Saat barang dagangan sudah hampir kadaluarsa, maka nilainya akan berkurang drastis karena harus dijual secepatnya dengan harga diskon besar-besaran, bahkan kadang di bawah harga produksi. Saat ini terjadi maka working capital akan berkurang karena barang dagangan sudah tidak bisa dijual lagi.

Permasalahan lain terhadap working capital adalah saat penagihan piutang macet dan harus dihapus (write off) dari pencatatan. Penghapusan piutang macet sangat mahal harganya dalam operasional karena perusahaan harus menutupi tidak hanya biaya produksi yang dikeluarkan tapi juga biaya lain seperti marketing dan pengiriman.

Jika penghapusan piutang macet sangat besar nilainya dan menurunkan working capital di bawah jumlah minimal, terpaksa perusahaan harus mencari sumber dana lain seperti pinjaman bank yang tentu saja mempunyai bunga, sehingga semakin menambah beban kerugian yang diderita perusahaan.

 

Kesimpulan

Sebuah perusahaan yang sehat mempunyai kapasitas yang cukup untuk melunasi semua utang lancar yang ada dengan aset lancarnya. Semakin besar nilai working capital berarti semakin kuat keuangan perusahaan karena mempunyai banyak aset lancar yang dapat dikonversi menjadi uang tunai dalam waktu singkat.

Semakin tinggi working capital juga mengindikasikan perusahaan tidak tergantung kepada kreditur dalam membiayai operasional perusahaan. perusahaan dengan working capital positif memang lebih diminati oleh investor saham karena memberikan sinyal kesehatan keuangan perusahaan yang baik.

 

Terima kasih sudah meluangkan waktu untuk membaca artikel tentang analisa fundamental saham dari COCOshoppers. Semoga pembaca tetap semangat dalam situasi PSBB saat ini dan #stayathome agar Covid-19 tidak berlama-lama di negara kita. #stayhealthy dan sukses selalu.

 

 

Share :

Baca Juga

cara menghitung operating margin, how to calculate operating margin or operating profit margin

Rasio Keuangan

Operating Margin: Definisi, Cara Hitung, dan Manfaat
daftar perusahaan sektor konsumer ihsg, sektor consumer goods, sektor manufaktur barang konsumsi, terdaftar di bei bursa efek indonesia, sektor utilitas, sektor infrastruktur, sektor transportasi, infrastructure, utilities and transportation

Saham

Daftar Perusahaan Sektor Konsumer Terbaru di BEI
cara mencari enterprise value (EV) dan enterprise value multiple (EV/EBITDA) dari dalam laporan keuangan

Edukasi Saham

Enterprise Value (EV) dan Enterprise Value Multiple: Definisi, Manfaat, dan Cara Hitung Dari Laporan Keuangan
cara analisa fundamental saham dengan rasio price to earnings ratio (PER) dan price/earnings to growth ratio (PEG) dari laporan keuangan perusahaan publik BBRI dan BBNI

Edukasi Saham

Analisa Fundamental Saham BBRI dan BBNI Dengan PER dan PEG Ratio
tanda sinyal kapan saat terbaik untuk membeli atau menjual saham perusahaan migas minyak dan gas bumi dan bahan bakar

Edukasi Saham

Sinyal Beli atau Jual Saham Migas
macam-macam rasio keuangan dasar dalam analisa fundamental saham menurut para analis dan manajer investasi pasar sekuritas dari laporan keuangan perusahaan lq45

Edukasi Saham

4 Rasio Keuangan Dasar Dalam Menilai Saham
metode analisa dupont analysis dengan roe, asset turnover ratio, dan net profit margin terhadap laporan keuangan terbaru indf dan myor (pt. indofood sukses makmur tbk. dan pt. mayora indah tbk.)

Edukasi Saham

DuPont Analysis: Definisi, Manfaat, dan Cara Hitung dari Laporan Keuangan

Edukasi Saham

Quick Ratio, Perhitungan & Manfaat – Analisis Fundamental Perusahaan