Home / Edukasi Saham / Saham

Thursday, 23 April 2020 - 18:33 WIB

Bagaimana Cara Warren Buffet Memilih Saham yang Menguntungkan?

Para investor telah sejak lama memuji cara Warren Buffet dalam memilih saham untuk investasi jangka panjang. Dengan mengikuti prinsip value investing secara konsisten, Warren Edward Buffet saat ini memiliki harta senilai lebih dari 1.100 triliun rupiah. Buffet juga sukses menahan diri untuk tidak berinvestasi dalam saham spekulasi serta memberikan sumbangan kepada badan amal. Dengan kemampuannya yang luar biasa dalam menemukan saham berprospek cerah, dapat dimengerti kenapa kebanyakan investor ingin mengetahui apa yang dicari oleh Warren Buffet dari sebuah saham. Kita akan menjawab pertanyaan itu dalam artikel ini.

Strategi value investing Warren Buffet sebagai kunci dalam berinvestasi

Apa itu Value Investing ?

Untuk mengerti bagaimana cara Warren Buffet memilih saham pemenang dimulai dari menganalisa filsafat investasi dari perusahaan yang dimilikinya, yaitu Berkshire Hathaway. Berkshire memiliki strategi yang digunakan sejak lama dalam hal membeli saham. Perusahaan pilihan harus mempunyai kekuatan yang konsisten dalam mencetak laba, dengan return on equity (ROE) yang tinggi, manajemen yang profesional dan berpengalaman, dan harga yang masih wajar.

Warren Buffet adalah seorang value investor, sebuah “aliran” berinvestasi yang dipopulerkan oleh Benjamin Graham. Value investing lebih mementingkan nilai intrinsik dari sebuah saham daripada analisa teknikal, seperti moving averages, volume perdagangan, dan indikator lainnya. Menentukan nilai intrinsik dari sebuah saham merupakan latihan dalam memahami laporan keuangan perusahaan, terutama data keuangan dalam laporan laba rugi (income statement) dan neraca saldo (balance sheet).

Ada beberapa hal yang layak diperhatikan tentang strategi value investing Warren Buffet. Sebagai panduan dalam membuat keputusan, Buffet menggunakan beberapa pertimbangan berikut sebagai kunci dalam menentukan ketertarikannya terhadap suatu saham.

  1. Bagaimana kinerja perusahaan selama beberapa tahun terakhir?

Perusahaan yang telah memperoleh laba positif dan return on equity (ROE) yang baik selama beberapa tahun terakhir lebih layak diinvestasi daripada perusahaan yang hanya memiliki masa pengembalian dalam jangka waktu lebih singkat. Semakin lama perusahaan telah meraih ROE tinggi semakin baik sahamnya. Agar investor dapat mengukur perubahan ROE perusahaan secara lebih tepat, sebaiknya analisa dilakukan dalam kurun waktu 5 hingga 10 tahun ke belakang.

Baca juga:  Operating Profit Margin: Definisi, Cara Hitung, Manfaat

 

  1. Berapa jumlah utang perusahaan?

Perusahaan yang memiliki rasio debt to equity (DER) tinggi harus dipertanyakan karena laba yang dihasilkan perusahaan akan lebih banyak digunakan untuk mencicil utang dan bunga, apalagi jika pertumbuhan perusahaan hanya bersumber pada penambahan utang.

Warren Buffet dalam hal ini lebih menyukai pertumbuhan laba yang bersumber dari modal sendiri. Sebuah perusahaan dengan ekuitas yang besar berarti beroperasi tanpa tergantung kepada utang. Baginya, utang yang kecil dan ekuitas yang besar merupakan dua kunci utama untuk memilih saham.

 

  1. Berapa marjin laba perusahaan?

Warren Buffet juga mencari perusahaan yang memiliki marjin laba (profit margin) yang tinggi, terutama yang masih bertumbuh. Seperti halnya menganalisa dengan ROE, Buffet memeriksa data perkembangan marjin laba dalam beberapa tahun terakhir untuk menilai tren harga dalam jangka pendek. Saham-saham yang berada dalam pengawasan Warren Buffet biasanya menunjukkan pertumbuhan laba yang stabil dari tahun ke tahun yang berarti manajemen bekerja dengan baik dalam mengelola operasional perusahaan.

 

  1. Seberapa unik produk yang dijual?

Menurut Warren Buffet, perusahaan yang menjual produk yang mudah digantikan dengan produk lain mempunyai resiko yang lebih besar daripada perusahaan yang menjual produk yang unik. Contohnya perusahaan tambang migas, minyak dan gas bumi bukanlah produk yang unik karena dapat dibeli dari siapa saja dalam pasar komoditi.

Beda ceritanya apabila perusahaan mempunyai kemampuan memproduksi hasil dari penyulingan minyak mentah, mungkin perusahaan tersebut layak untuk diinvestasi. Perusahaan seperti ini mempunyai kelebihan yang dapat membantu mencetak laba dan marjin yang lebih besar.

Baca juga:  Rasio Profitabilitas: Definisi, Manfaat, Analisa Fundamental

 

  1. Berapa harga sahamnya saat ini?

Yang menjadi inti dari value investing adalah mencari perusahaan dengan fundamental yang mumpuni dan harga yang masih di bawah dari yang seharusnya. Semakin rendah harga sahamnya, maka ruang untuk mendapatkan keuntungan juga lebih besar. Tujuan dari value investor seperti Warren Buffet adalah menemukan saham yang harganya masih undervalued jika dibandingkan dengan nilai intrinsiknya. Kesempatan membeli saham pada harga diskon tersedia saat harga pasar lebih murah daripada nilai intrinsiknya. Saat tidak tersedia rumus pasti dalam menghitung nilai intrinsik saham, investor biasanya melihat berbagai faktor yang dapat mempengaruhi seperti tata kelola perusahaan (good corporate governance) dan potensi kenaikan laba untuk menentukan nilai intrinsik.

 

Kesimpulan

Terlepas dari gaya investasinya yang beraliran value investing, Warren Buffet juga terkenal sebagai investor yang gemar menyimpan saham. Buffet tidak tertarik untuk menjual saham dalam jangka pendek hanya untuk merealisasikan laba dari capital gain, tapi menahan saham yang diyakini menawarkan prospek cerah untuk pertumbuhan jangka panjang. Hal ini menyebabkan fokus investasi Warren Buffet berbeda dari kebanyakan investor. Singkatnya, Warren Buffet memilih perusahaan yang mempunyai pondasi yang solid untuk mencetak laba di masa depan dan harga sahamnya masih rendah.

 

Pembaca dapat memahami rasio-rasio keuangan lainnya dalam analisa fundamental saham di sini. Di Indonesia, ada 1 orang investor yang sukses dalam menerapkan value investing. Nama dari investor itu adalah Lo Kheng Hong dan terkenal sebagai Warren Buffet-nya Indonesia. Cara Lo Kheng Hong memilih saham pemenang boleh dibilang hampir menyerupai gaya Warren Buffet. 

Terima kasih sudah membaca artikel-artikel COCOshoppers mengenai rasio keuangan dalam analisa saham. Semoga dapat membantu pembaca dalam mengambil keputusan investasi saham dan mengurangi resiko salah beli. Tetap #dirumahaja selagi #Covid-19 masih menghantui negara kita. #stayathome, #stayhealthy dan semoga sukses.

 

Share :

Baca Juga

apa saja faktor yang mempengaruhi atau berpengaruh terhadap rasio per (price to earnings ratio) saham

Edukasi Saham

Apa yang Mempengaruhi Price to Earnings Ratio (PER)?
bagaimana cara mencari saham pemenang di antara semua sektor industri dari perusahaan berkapitalisasi kecil di pasar modal atau IHSG

Edukasi Saham

Bagaimana Cara Menemukan Pemenang di Antara Saham Berkapitalisasi Kecil?
faktor penentu pergerakan harga saham dan pasar modal

Edukasi Saham

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Arah Pergerakan Harga Saham
Rumus Menghitung Earnings per Share (EPS) atau laba per saham

Edukasi Saham

Earnings per Share (EPS) – Definisi, Rumus, dan Cara Menghitung
faktor eksternal pendorong harga saham pengaruh besar terhadap harga pasar saham indonesia IHSG dan BEI

Edukasi Saham

4 Faktor Eksternal Paling Berpengaruh Terhadap Pasar Saham
cara mencari nilai rasio price to book value pbv yang baik terbaik

Edukasi Saham

Berapa Nilai Rasio Price to Book Value (PBV) yang Baik?
apa efek pasar saham pada harga komoditi

Edukasi Saham

Efek Pasar Saham pada Harga Komoditi
metode analisa dupont analysis dengan roe, asset turnover ratio, dan net profit margin terhadap laporan keuangan terbaru indf dan myor (pt. indofood sukses makmur tbk. dan pt. mayora indah tbk.)

Edukasi Saham

DuPont Analysis: Definisi, Manfaat, dan Cara Hitung dari Laporan Keuangan