Home / Edukasi Saham / Saham

Thursday, 9 April 2020 - 18:07 WIB

5 Cara Memilih Saham Tepat ala Lo Kheng Hong

Lo Kheng Hong, yang dikenal LKH bagi para investor retail memiliki nama besar sebagai Warren Buffet nya Indonesia. Beliau punya panduan kriteria yang sudah terbukti ampuh dalam urusan cara memilih saham murah dan berprospek cerah. Yang pastinya, LKH tidak punya cara dalam memilih saham gorengan, karena yang beliau sering share kepada investor pemula adalah cara memilih saham yang layak untuk investasi jangka panjang.

Apa saja panduan dari bapak investor ini? Berikut 5 kriteria saham murah untuk investasi.

  1. Good Corporate Governance

Yang pertama kali harus diperhatikan bagi investor adalah para pemimpin dari perusahaan di mana akan berinvestasi. Jajaran direksi perusahaan haruslah orang yang terkenal jujur, professional, dan berpengalaman. Para direksi adalah orang yang memutuskan ke mana arah perusahaan dan langkah-langkah serta kebijakan yang harus diambil dalam mencapai tujuan. Demi kelangsungan bisnis perusahaan, pemimpin perusahaan lah yang memegang kendali, sehingga menjadi kriteria pertama dalam memilih saham.

  1. Business Sustainability

Kalau kriteria pertama adalah manajemen perusahaan, maka kali ini kita harus memperhatikan lini usaha perusahaan. Dengan bisnis perusahaan saat ini, dapatkah dipertahankan dalam jangka waktu yang panjang. Misalkan perusahaan properti dan pariwisata, mampukah perusahaan-perusahaan tersebut mempertahankan kinerja mereka untuk 5-10 tahun ke depan dengan kondisi ekonomi dan pasar yang lagi hancur karena wabah virus Corona (Covid-19).

  1. High Profit
Baca juga:  Rasio Aktivitas: Definisi, Manfaat, Analisa Fundamental

Dalam kriteria ketiga kita akan masuk ke analisis fundamental keuangan perusahaan. LKH memberikan acuan dalam cara memilih saham dengan fundamental bagus, yaitu yang memiliki Net Profit Margin (NPM) yang tinggi. Dengan kata lain, perusahaan mendapatkan laba bersih yang tinggi dari pendapatan yang diperoleh. Hal ini dikarenakan NPM juga mengindikasikan efisiensi perusahaan dalam menjalankan usaha sehingga tidak banyak cash flow keluar secara sia-sia. Kita harus membandingkan NPM antara perusahaan dalam industri yang sejenis untuk mendapatkan saham pilihan yang terbaik. Indikator lain yang digunakan adalah Return on Equity (ROE) dan Return on Assets (ROA), semakin tinggi nilainya menandakan semakin baik pula tingkat pengembalian investasi kita pada perusahaan tersebut.

  1. Income Growth

Dalam memilih saham untuk investasi jangka panjang, berarti kita harus melihat pertumbuhan pendapatan dan laba perusahaan. Patokannya adalah dengan mencari nilai EPS (Earnings per Share) yang terus meningkat dari tahun-tahun sebelumnya. Dengan pertumbuhan EPS yang konsisten dari tahun ke tahun menandakan saham perusahaan tersebut dapat bersaing dan menjadi pencetak keuntungan bagi investor.

  1. Low Pricing

Yang terakhir adalah dengan pendekatan analisa fundamental saham terhadap valuasi harga saham saat ini. Tujuannya adalah mencari saham “salah harga” di pasar modal. Indikator yang digunakan oleh LKH cukup simpel, yaitu dengan rasio PBV (Price to Book Value) dan PER (Price to Earnings Ratio). Caranya adalah dengan membandingkan PER saham perusahaan dalam satu industri dan memilih saham dengan PER terendah. Dengan rasio PBV investor dapat melihat valuasi harga saham terhadap nilai bukunya, dan memilih saham dengan PBV di bawah 1 yang artinya harga saham masih di bawah nilai kekayaan perusahaan. Dengan pendekatan kedua rasio ini kita dapat memilih harga saham yang di bawah rata-rata industrinya, yang artinya harga saham terlalu murah alias “salah harga”.

Baca juga:  Sinyal Beli atau Jual Saham Migas

Di luar kriteria yang diberikan di atas, LKH tidak lupa memberikan pro tips kepada para investor pemula. Sebagian besar investor “muda” lebih suka mencari cara memilih saham untuk trading saham harian yang menguntungkan, bukan untuk investasi. Tidak ada salahnya memang karena masih dalam tahap coba-coba. Yang harus dilakukan dan dibiasakan adalah mencari info saham dan ekonomi terbaru setiap hari. Berita saham tidak hanya seputar info harga saham hari ini, tapi juga berita tentang ekonomi dunia seperti harga minyak dan kebijakan moneter dunia. Seorang investor harus selalu up to date dengan berita terbaru agar peka terhadap perubahan dan kesempatan baru yang muncul sewaktu-waktu.

Demikian tips tentang kriteria memilih saham dari Lo Kheng Hong, semoga bermanfaat dan menambah wawasan dalam mencari saham pilihan investasi kamu. Salam Sukses!

 

Share :

Baca Juga

Edukasi Saham

Gross Profit Margin: Definisi, Rumus, Analisa
how to calculate return on assets (roa)

Edukasi Saham

Return on Assets (ROA) Ratio, Cara Hitung dan Apa Manfaatnya Bagi Investor
supply dan demand di pasar saham, supply and demand in stock market trading

Edukasi Saham

Supply dan Demand dalam Pasar Saham
faktor eksternal pendorong harga saham pengaruh besar terhadap harga pasar saham indonesia IHSG dan BEI

Edukasi Saham

4 Faktor Eksternal Paling Berpengaruh Terhadap Pasar Saham
pengertian, cara hitung, dan rumus price to sales ratio (p/s ratio) untuk analisa fundamental saham dan valuasi harga saham

Edukasi Saham

Price to Sales Ratio (P/S), Definisi, Manfaat, Dan Cara Hitung
cara memilih saham yang tepat untuk pemula

Edukasi Saham

Tips Memilih Saham Layak Beli Saat IHSG Anjlok
rasio solvabilitas perusahaan yang penting bagi investor dalam analisa fundamental saham perusahaan, solvency ratios for traders

Edukasi Saham

Solvabilitas (Solvency): Definisi dan Analisa Kesehatan Keuangan
cara mencari nilai rasio price to book value pbv yang baik terbaik

Edukasi Saham

Berapa Nilai Rasio Price to Book Value (PBV) yang Baik?