Home / Edukasi Saham / Saham

Saturday, 18 April 2020 - 19:12 WIB

Cara Memilih Saham untuk Investasi Jangka Panjang

Saham sejatinya memang merupakan instrumen investasi jangka panjang yang menguntungkan. Investor hanya perlu mengetahui cara memilih saham yang tepat untuk investasi jangka panjang. Untuk kebanyakan investor pemula, mereka masih mencari cara memilih saham untuk trading harian yang menguntungkan, atau saham pilihan hari ini dengan analisa teknikal saham seperti MACD dan Stochastic. Namun tidak demikian halnya bagi value investor seperti Lo Kheng Hong atau Warren Buffet. Saham pilihan Lo Kheng Hong (LKH) dan Warren Buffet selalu melewati screening analisis fundamental menurut para ahli dalam manajemen mereka.

Kondisi IHSG yang fluktuatif belakangan ini benar-benar membuat para investor kebingungan dalam memilih saham. Secara YTD (year-to-date) hingga bulan April 2020, IHSG telah turun lebih dari 20%. Dengan penurunan nilai tukar Rupiah terhadap dollar AS, mandeknya ekonomi akibat wabah virus Corona, penurunan harga jual minyak mentah di dunia dan ancaman resesi ekonomi global, membuat para investor was-was akan pasar saham tanah air yang ikut terimbas. Namun, di saat tersulit pun masih ada peluang bagi investor untuk memperkuat portofolio mereka dengan saham pilihan 2020.

Untuk memudahkan dalam memilih saham untuk investasi jangka panjang, berikut 10 langkah yang dapat dilakukan para investor. Langkah-langkah ini juga dapat menjadi pegangan atau panduan belajar analisa fundamental saham pemula yang ringkas. Cara belajar analisa fundamental saham tidak susah, hanya perlu ketelitian dan pemahaman.

 

1) Menganalisa kapitalisasi pasar perusahaan

Kapitalisasi pasar (market capitalization atau market cap) perusahaan mengindikasikan seberapa cepat pergerakan harga saham perusahaan tersebut, berapa besar persentase pemegang saham biasa, dan perkiraan besarnya perusahaan di masa yang akan datang.

Perusahaan dengan kapitalisasi pasar jumbo seperti BBCA dan TLKM cenderung memiliki sumber pendapatan yang besar dan stabil, dengan investor besar yang mendukung pendanaan, dan cenderung tidak terlalu cepat perubahan harga sahamnya. Lain halnya dengan perusahaan dengan small cap atau berkapitalisasi pasar kecil yang harga sahamnya cenderung naik dan turun drastis karena tidak stabilnya pendapatan perusahaan.

 

2) Tren pendapatan, laba, dan marjin

Laporan laba rugi perusahaan (income statement) akan menunjukkan besarnya laba bersih perusahaan di tahun sebelumnya atau yang sedang berjalan (biasanya berupa laporan kuartalan/quarterly report). Dalam laporan tersebut juga dilampirkan laba rugi dari tahun sebelumnya sebagai perbandingan. Dari situlah investor harus memperhatikan tren yang sedang terjadi dengan perusahaan tersebut. Mulai dari pendapatan, biaya operasional, net profit margin (NPM), dan return on equity (ROE). Analisa fundamental sebaiknya dilakukan pada jangka waktu hingga beberapa tahun ke belakang dan membandingkan hasil analisa beberapa perusahaan sekaligus dalam sektor industri yang sama untuk mendapatkan pandangan yang lebih luas terhadap kondisi perusahaan saat ini.

 

3) Kompetisi dan Industri

Apabila investor sudah mendapatkan informasi tentang seberapa besar kapitalisasi pasar sebuah perusahaan dan berapa pendapatannya, maka saatnya untuk menilik ukuran sektor industri perusahaan dan seperti apa persaingan bisnisnya. Setiap perusahaan mempunyai market share nya sendiri dalam persaingan satu sektor industri.

Bandingkan net profit margin dari 2 atau 3 pesaing bisnis perusahaan yang sedang dianalisa. Apakah perusahaan tersebut merupakan pemimpin di sektor bisnis tersebut? Dan yang paling penting adalah bagaimana pertumbuhan sektor industri tersebut secara nasional atau global. Khusus untuk perusahaan tambang batu bara dan minyak seperti ADRO dan PTRO serta kelapa sawit seperti TBLA, investor juga harus memantau naik turunnya harga pasar komoditi di tingkat internasional dan outlook industri yang memerlukan bahan baku tersebut.

Melakukan analisa fundamental pada beberapa perusahaan sekaligus dalam satu sektor industri akan memberikan informasi yang luar biasa besar manfaatnya kepada investor. Pengetahuan tentang sektor industri yang sedang berkembang pesat dan perusahaan apa yang sedang memimpin sektor tersebut akan berguna dalam memilih saham yang tepat untuk investasi.

Baca juga:  Debt to Equity Ratio (DER), Analisa Fundamental Keuangan Perusahaan

 

4) Nilai pasar

Banyak rasio dan kriteria finansial yang dapat dipakai dalam menilai sebuah perusahaan. Di antara semuanya, investor dapat fokus pada rasio price to earnings (PER), price/earnings to growth (PEG), dan price to sales (P/S ratio). Kebanyakan website keuangan dan screening saham telah menghitungnya, jadi investor tidak perlu repot lagi untuk menghitung satu per satu.

Saat melakukan analisa fundamental terhadap satu perusahaan, investor sering kali menjadi lebih tertarik pada pesaing perusahaan yang sedang dianalisa. Hal ini wajar karena beberapa alasan:

  • Nilai PER yang lebih baik dengan pertumbuhan earnings per share (EPS) yang stabil, menandakan bisnis perusahaan terus bertumbuh dan tidak terdapat penyimpangan skala besar dari manajemen perusahaan. Saham dengan PER rendah juga lebih sexy buat investor.
  • Nilai price to book Value (PBV) dan P/S yang lebih menjanjikan karena neraca keuangan perusahaan yang kuat dan pendapatan yang stabil.
  • Nilai PEG memberikan sinyal pertumbuhan yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan perusahaan yang sedang dianalisa. Harga saham dengan rasio PEG mendekati satu dianggap wajar dalam kondisi pasar saham normal.

 

5) Manajemen perusahaan dan struktur kepemilikan saham

Apakah perusahaan masih dijalankan oleh pendirinya, atau jajaran direksi diganti dengan banyak muka baru? Perusahaan “muda” cenderung masih dipimpin oleh pendirinya. Telusuri lebih jauh biografi para direktur dan temukan keahlian dan pengalaman mereka. Biasanya latar belakang pendidikan dan pengalaman dapat ditemukan di website perusahaan terkait.

Investor juga harus mencari tahu apakah pendiri dan eksekutif perusahaan memegang porsi saham yang besar atau tidak, atau mereka baru saja menjual sebagian saham yang dimiliki. Kepemilikan saham yang besar oleh para eksekutif merupakan hal yang positif dan begitu juga sebaliknya. Investor yang membeli saham perusahaan di mana direksi ikut memiliki sebagian besar saham perusahaan akan lebih terjaga karena para direksi juga mempunyai “kepentingan” terhadap harga saham di pasar.

 

6) Neraca keuangan

Neraca saldo perusahaan yang dilampirkan dalam laporan keuangan konsolidasian (consolidated financial report)  menunjukkan secara jelas posisi aset, modal dan utang termasuk dana tunai (cash) yang dimiliki perusahaan saat ini. Berhati-hatilah terhadap praktik creative accounting pada saat menganalisa neraca saldo karena setiap bentuk kecurangan dalam pencatatan akuntansi akan merusak investasi jangka panjang setiap investor.

Investor dapat menganalisa tingkat utang perusahaan dan membandingkan dengan para pesaingnya. Utang bukanlah hal yang buruk karena mengurangi pembelanjaan modal (capital expenditure / capex) yang berasal dari kas perusahaan. Yang harus diperhatikan adalah utang obligasi yang dimiliki dan peringkat utang yang diberikan oleh badan independen seperti Moody’s dan Fitch. Susunan peringkat biasanya seperti ini: AAA>BBB>CCC dan menandakan baik buruknya kondisi keuangan perusahaan dan ekspektasi kemampuan perusahaan untuk membayar cicilan utang dan pelunasan utang yang jatuh tempo.

Perusahaan dalam sektor industri tambang migas memerlukan modal yang sangat besar sedangkan perusahaan dari sektor industri jasa memerlukan aset dan investasi yang kecil. Pastikan debt to equity ratio (DER) perusahaan positif karena menentukan sehatnya neraca perusahaan di masa depan. Biasanya, semakin banyak laba yang dihasilkan perusahaan menandakan perkembangan bisnis perusahaan sedang bagus-bagusnya. Jadi, pendapatan yang dihasilkan dapat melunasi utang dan operasional perusahaan.

Kalau angka total aset, utang, dan modal perusahaan berubah secara signifikan dari tahun ke tahun, investor harus mencari tahu kejadian apa di balik itu. Membaca catatan yang dilampirkan dalam laporan keuangan dan diskusi manajemen dalam laporan tahunan dan kuartalan dapat memberikan jawaban atas terjadinya hal-hal yang tidak biasa yang sedang terjadi pada perusahaan. Bisa jadi perusahaan sedang mempersiapkan produk baru, mengumpulkan laba ditahan untuk ekspansi bisnis, atau mengalami kemunduran bisnis.

Baca juga:  5 Faktor Ekonomi yang Mempengaruhi Return Investor

Saham dengan dividend yield terbesar juga perlu dicermati para investor. Alasannya, dividen yang dibagikan perusahaan walaupun perusahaan merugi di tahun sebelumnya dapat berpengaruh pada cash flow, apalagi bisnis sedang mengalami penurunan.

 

7) Kilas balik harga saham

Investor harus menganalisa pergerakan harga saham perusahaan sebelumnya dalam jangka pendek dan jangka panjang untuk mengetahui seberapa besar fluktuasi harga saham yang telah terjadi. Bandingkan dengan laba yang dihasilkan pada rentang waktu tersebut dan pastikan bagaimana hubungan antara pergerakan harga dan laba.

Harus diingat bahwa kinerja di masa lalu tidak menjamin pergerakan harga di masa depan. Jika investor membeli saham dengan tujuan mencari penghasilan dari dividen, tentu saham dengan harga sangat fluktuatif harus dihindari. Saham dengan harga yang melonjak tiba-tiba lalu turun tanpa sebab – tipikal saham gorengan – hanya akan menambah faktor resiko bagi investor.

 

8) Saham akan ditambah?

Para investor harus mengetahui apakah berapa jumlah saham beredar dari perusahaan dalam satu sektor industri. Apakah perusahaan sedang berencana untuk menjual saham baru, seperti right issue? Jika iya, biasanya harga akan jatuh cukup dalam. Hal ini dikarenakan harga saham akan disesuaikan dengan jumlah saham beredar yang baru. Saham dengan dividen tinggi pun mengalami penurunan karena dividend yield pun akan berkurang seiring bertambahnya jumlah saham.

 

9) Perkiraan masa depan

Setelah mengetahui sejarah harga, kesehatan keuangan, dan pertumbuhan perusahaan dari tahun sebelumnya, saatnya investor memperkirakan pertumbuhan pendapatan perusahaan untuk tahun-tahun yang akan datang. Untuk 2-3 tahun ke depan, seperti apa kinerja saham perusahaan dan bisnis yang dijalaninya? Investor dapat membaca dari berbagai sumber yang membahas tentang sektor industri perusahaan tersebut dan berita terkait corporate action yang sedang ramai dibicarakan saat ini. Berita seperti partnerships, joint ventures, peluncuran produk baru, atau akuisisi dapat merubah harga saham sangat signifikan. Apalagi jika perusahaan memutuskan untuk go private seperti yang terjadi dengan produsen air mineral AQUA setelah diakuisisi oleh Danone, investor menyaksikan harga saham yang terbang hingga lebih dari Rp. 1juta per saham.

 

10) Memperkirakan resiko

Dari sisi sektor industri dan sisi perusahaan, investor diharapkan sudah mengerti resiko jangka pendek dan panjang terkait saham perusahaan yang dianalisa. Apakah perusahaan tersandung masalah hukum seperti Jiwasraya? Apakah manajemen sering berganti wajah dan merubah kebijakan perusahaan?

Jika terjadi sesuatu yang sangat destruktif pada perusahaan, apa kemungkinan terburuk yang dapat terjadi dan apa efeknya terhadap saham tersebut? Jika perusahaan telah meluncurkan produk atau jasa baru, seperti apa reaksi pasar dan bagaimana perusahaan menyikapinya? Dengan utang jangka panjang (long-term debt) yang baru saja diperoleh perusahaan saat ini, apakah dapat mempengaruhi keuangan perusahaan kalau bisnis sedang kurang bagus? Karena investor mencari saham untuk investasi jangka panjang, maka pertanyaan ini menjadi berarti untuk ditemukan jawabannya.

 

Kesimpulan

Sebagai seorang investor yang sedang mencari saham untuk investasi jangka panjang, memang diperlukan usaha ekstra dalam menjaring saham berprospek cerah. Saham pilihan manajer investasi dari sekuritas terkenal juga sudah melewati langkah-langkah yang dijelaskan di atas.  Sekarang saatnya pembaca melakukannya dan menemukan saham bagus pilihan sendiri. Setelah menjalankan 10 langkah di atas, investor akan mempunyai pengertian dan feeling yang lebih tajam terhadap kinerja saham.

Di tengah wabah #Covid-19, COCOshoppers juga menghimbau agar pembaca menuruti saran dan peraturan pemerintah dalam mencegah penyebaran virus ini. Tetap #dirumahaja, #stayathome and stay healthy.

Semoga sukses.

Share :

Baca Juga

how to calculate return on assets (roa)

Edukasi Saham

Return on Assets (ROA) Ratio, Cara Hitung dan Apa Manfaatnya Bagi Investor
cara memilih saham yang tepat dari lo kheng hong, bapak warren buffet indonesia

Edukasi Saham

5 Cara Memilih Saham Tepat ala Lo Kheng Hong
analisa fundamental menggunakan per dan peg ratio, cara hitung, rumus atau formula serta pengertian peg ratio dan apa manfaatnya

Edukasi Saham

Definisi Price/Earnings to Growth (PEG) Ratio, Rumus dan Cara Hitung Dari Laporan Keuangan
rasio solvabilitas perusahaan yang penting bagi investor dalam analisa fundamental saham perusahaan, solvency ratios for traders

Edukasi Saham

Solvabilitas (Solvency): Definisi dan Analisa Kesehatan Keuangan
rumus menghitung price to book value

Edukasi Saham

Book Value (BV), Pengertian, Rumus, dan Contoh Kasus
analisa laporan keuangan untuk fundamental saham

Edukasi Saham

Net Profit Margin (NPM), Definisi, Rumus, Analisis Fundamental
bagaimana cara mencari saham pemenang di antara semua sektor industri dari perusahaan berkapitalisasi kecil di pasar modal atau IHSG

Edukasi Saham

Bagaimana Cara Menemukan Pemenang di Antara Saham Berkapitalisasi Kecil?
faktor ekonomi penggerak pasar saham dan pengaruhnya terhadap investasi pasar modal IHSG BEI

Edukasi Saham

5 Faktor Ekonomi yang Mempengaruhi Return Investor