Home / Edukasi Saham / Saham

Friday, 17 April 2020 - 18:41 WIB

Dividen Saham, Dividend Yield dan Payout Ratio

Tujuan investasi value investor seperti Lo Kheng Hong atau LKH tentunya adalah penghasilan dari dividen selain capital gain. Banyak orang mengimpikan menjadi investor saham seperti beliau dan nantinya tinggal bersantai di rumah dan mendapatkan penghasilan dari dividen secara teratur. Mimpi ini bisa saja menjadi kenyataan, tapi dengan catatan mereka mengerti apa itu dividen, bagaimana cara perusahaan membayar dividen, dan ada berapa macam dividen yang dibayarkan perusahaan kepada para pemilik saham.

Di sini COCOshoppers akan mengajak pembaca yang berminat untuk turut menjadi investor dan ingin lebih mengerti tentang apa itu dividen saham, cara menghitungnya, dan cara memilih saham yang berprospek cerah dari sisi dividen yang dibagikan.

Investasi berorientasi dividen adalah investasi pada saham dengan jangka waktu panjang. Pilihan kita harus tepat agar dapat menghasilkan pendapatan dividen yang tinggi.

Bagaimana cara perusahaan membayarkan dividen kepada investor?

Perusahaan yang menghasilkan laba usaha atau profit  dapat memilih antara 2 opsi, pertama yaitu membagikan laba tersebut kepada para pemegang saham atau kedua, menginvestasikan kembali ke lini usaha baik melalui ekspansi, melunaskan utang perusahaan, pembelian kembali saham, atau menjalankan kedua opsi sekaligus.

Saat sebagian dari laba tersebut dibagikan kepada pemegang saham, pembayaran tersebut disebut sebagai dividen (dividend). Bagi sebagian besar investor, “hidup” dari dividen adalah tujuan utama.

Proses pembayaran dividen

Dividen harus diumumkan atau disetujui oleh Direktur perusahaan sebelum dibagikan. Di Indonesia, pengumuman tersebut biasanya dilakukan setelah disepakati dalam RUPS (Rapat Umum Pemegang Saham) dengan pemegang saham. Ada tiga tanggal penting yang harus diingat mengenai pembayaran dividen:

  • Tanggal pengumuman

Para direktur perusahaan akan mengumumkan akan dibagikan atau tidaknya dividen pada tahun tersebut.

  • Tanggal pencatatan

Tanggal ini adalah tenggat waktu pencatatan dividen kepada pemegang saham yang terdaftar untuk menerima dividen. Disebut juga ex-dividend date.

  • Tanggal pembayaran

Tanggal dimana dividen akan dibayarkan kepada para pemegang saham.

 

Apa bentuk dividen yang dibayarkan perusahaan publik di Indonesia?

Secara umum dividen didistribusikan dalam beberapa bentuk tapi yang paling lazim dilakukan oleh perusahaan publik di Indonesia adalah dalam bentuk uang.

Cash atau tunai, bentuk dividen yang paling umum dibagikan oleh perusahaan adalah dana tunai, biasanya langsung ditransfer ke rekening sekuritas masing-masing pemegang saham yang tercatat. Rekening sekuritas adalah tempat Anda membuka akun untuk bertransaksi saham, seperti Phillip Sekuritas, Sinarmas Sekuritas, dan banyak nama sekuritas yang lain. Setelah pembagian dividen dilakukan, Anda akan melihat catatan khusus pada akun Anda dan melihat besaran nominal yang diterima dari perusahaan pembagi dividen.

Perusahaan yang mempunyai saham preferensi (preferred stock) harus membagikan dividen kepada pemegang saham preferensi terlebih dahulu sebelum membagikan kepada pemegang saham regular atau biasa (common stock).

Dividen saham, yaitu dividen yang dibagikan kepada para pemegang saham dalam bentuk saham perusahaan. Perusahaan dapat memilih untuk membagikan dividen dalam bentuk lembar saham tambahan dengan sebuah perbandingan, misal 5 lot mendapatkan 1 lot saham. Saat perusahaan memilih opsi ini dengan maksud mengurangi penggunaan cash perusahaan pada tahun berjalan atau untuk menurunkan harga saham di pasaran. Harapannya adalah saat harga saham perusahaan turun maka likuiditas saham di pasar modal akan bertambah. Kenapa? Karena harga saham Rp. 50.000 lebih jarang diperjual belikan dibandingkan harga saham Rp 5.000, sehingga perputaran saham di pasar modal akan lebih cepat (liquid).

 

Apakah dividen saham sama dengan pemecahan saham?

Ada sebagian yang menyamakan antara dividen dengan stock split (pemecahan saham). Jawabannya adalah tidak, karena stock split pada intinya adalah pembagian jumlah lembar saham tapi tidak mengubah nilainya. Jumlah saham beredar dapat berubah menjadi 2, 4, atau bahkan 10 kali lipat dari sebelumnya dengan nilai yang sama.

Baca juga:  Debt to Equity Ratio (DER), Analisa Fundamental Keuangan Perusahaan

Mari kita menggunakan contoh untuk membedakannya. Misal PT. Mitra Adiperkasa Tbk. (MAPI) ingin membagikan dividen dalam bentuk saham dengan perbandingan 5:1. Jumlah saham biasa yang beredar adalah 500 juta lembar saham. Maka MAPI akan mencetak saham tambahan sebanyak 100 juta lembar saham yang akan dibagikan sebagai dividen kepada para pemegang saham yang sudah tercatat.

Beda halnya dengan pemecahan saham. Misal PT. MAPI ingin memecah saham dengan perbandingan 1:5, maka pemegang saham yang ada akan mendapatkan saham 1 lot berharga Rp. 1.000/lembar menjadi 5 lot berharga Rp. 200/lembar. Sehingga tidak ada perubahan sama sekali pada harga saham yang beredar di pasaran sama sekali.

Bagaimana cara memahami kebijakan dividen yang diambil perusahaan?

Baik tidaknya pembagian dividen, baik kecil ataupun berjumlah besar kembali lagi kepada kondisi keuangan dan usaha perusahaan. Saat DER (Debt to Equity Ratio) perusahaan sedang tinggi atau NPM (Net Profit Margin) sedang rendah karena bisnis perusahaan sedang lesu, maka ada langkah-langkah pengamanan yang diambil seorang CFO agar kelangsungan perusahaan dan keamanan finansial tercapai. Membagikan dividen secara jor-joran bukan merupakan opsi terbaik yang feasible, dan Anda sebagai investor diharapkan dapat memahami kebijakan yang diambil perusahaan. Kita dapat menggunakan PT. Agung Podomoro Land Tbk. (APLN) atau perusahaan publik lain yang bergerak di sektor properti saat ini. Di saat pasar properti sedang turun dan ditambah hantaman wabah Covid-19, membagikan dividen bukanlah opsi terbaik bagi APLN yang mempunyai utang oblikasi bernilai 1.2T rupiah yang akan jatuh tempo dalam 1 tahun.

Saat terbaik bagi perusahaan untuk membagikan dividen adalah saat perusahaan sudah tidak menemukan cara baru untuk menginvestasikan kembali dana yang dimiliki untuk menghasilkan return yang lebih besar daripada yang sudah diterima saat ini. Namun investor mempunyai pandangan yang berbeda dengan dividen. Para penanam modal tentu menginginkan imbal hasil alias return atas investasi yang dilakukan, terutama pemegang saham yang berorientasi jangka pendek. Mereka tidak ingin memegang saham dalam waktu yang lama, sehingga mengharapkan dividen yang dibagikan sebagai imbalan akan investasi yang dilakukan. Adalah kebijakan dari para petinggi perusahaan dalam menjembatani keinginan para investor dengan arah perusahaan di masa depan dalam RUPS.

 

Rasio Pembayaran Dividen Saham (Dividend Payout Ratio)

Bagi sebagian investor, istilah ini lebih dikenal dengan dividend payout ratio. Rasio ini menghitung perbandingan secara persentase jumlah dividen yang dibagi jika dibandingkan dengan laba bersih perusahaan. Kebalikan dari rasio ini adalah retention ratio, yaitu jumlah laba ditahan yang akan digunakan oleh perusahaan dalam mengembangkan bisnisnya.

Cara menghitung Dividend Payout Ratio

Adapun rumus menghitung dividend payout ratio sebenarnya sangat mudah.

Rumus Dividend Payout Ratio =

rumus cara mencari menghitung dividend payout ratio

Sebagai contoh kita akan menggunakan PT. Telekomunikasi Indonesia Tbk. (TLKM) dengan laporan keuangan tahun 2018. Di tahun 2018, TLKM mendapatkan laba bersih tahun 2018 sebesar Rp. 18,03 triliun. Dari laba bersih tersebut PT. Telekomunikasi membagikan dividen sebesar Rp. 16,23 triliun. Dari angka tersebut, maka dividend payout ratio dapat kita hitung:

Dividend Payout Ratio TLKM   =  berapa deviden dividend payout ratio pt telekomunikasi indonesia tbk TLKM 2019 2020 terbaru= 90%

Berarti pada tahun 2019, PT. Telekomunikasi Indonesia membagikan dividen sebesar 90% dari laba bersih kepada seluruh pemegang saham. Sisa 10% menjadi retained earnings atau laba ditahan untuk digunakan TLKM sebagai modal usaha. Jika dividen tersebut dibagi dengan jumlah saham beredar pada 30 Juni 2019, maka dividen TLKM adalah sebesar Rp. 163 per lembar saham.

Mengenal Dividend Yield

Setelah pembaca mengerti dividend payout ratio, maka saatnya sekarang mengetahui satu rasio lagi untuk menghitung tingkat pengembalian dari dividen terhadap investasi saham yang dimiliki berdasarkan HARGA PASAR. Cara menghitung dividend yield adalah sebagai berikut:

Baca juga:  Earnings per Share (EPS) – Definisi, Rumus, dan Cara Menghitung

Rumus Dividend Yield =  cara menghitung rumus dividend yield tingkat pengembalian saham dari deviden

Jika dihitung dengan harga saham TLKM per hari ini, yaitu di harga Rp. 3.230 per lembar saham.

harga saham pt telkom tlkm telekomunikasi indonesia tbk 2020 hari ini

Dari harga saham per hari ini dan dengan mengetahui dividen per saham di tahun sebelumnya (karena TLKM belum mengumumkan besaran dividen yang akan dibagikan di tahun 2020), maka kita akan menghitung dividend yield dari PT. Telekomunikasi Indonesia Tbk. pada tanggal 17 April 2020.

Dividend Yield TLKM  =berapa dividend yield pt telekomunikasi indonesia telkom TLKM saat ini terbaru tahun ini sekarang? = 5%

Dengan dividend yield sebesar 5%, maka kita dapat menyimpulkan bahwa tingkat pengembalian dari dividen bagi investor PT. Telekomunikasi Indonesia Tbk. adalah 5% di tanggal 17 April 2020.

Cara memilih saham dengan dividen tinggi

Seorang investor yang ingin mengumpulkan saham-saham dengan dividen tinggi dalam portfolionya harus mengawasi ketat sejarah pembagian dividen perusahaan yang diincar. Hanya perusahaan dengan catatan pembagian dividen yang terus meningkat secara stabil selama 10-15 tahun terakhir yang layak dimasukkan sebagai pertimbangan. Investor juga harus yakin bahwa perusahaan yang masuk dalam portofolio dapat terus mencetak laba tinggi yang mencukupi untuk dibagikan sebagai dividen.

Dividen Saham dan Arus Kas

Satu poin penting yang tidak boleh dilewatkan oleh investor adalah arus kas (cash flow) perusahaan. Dividen yang dibagikan oleh perusahaan berkaitan erat dengan cash flow pada tahun berjalan. Hampir semua perusahaan akan memutuskan untuk tetap membagikan dividen kepada investor saat kas perusahaan sedang banyak walaupun sebenarnya secara pencatatan perusahaan mencetak RUGI bersih di tahun sebelumnya. Alasan yang paling mudah disebut yaitu supaya investor yang pada dasarnya lebih menyukai saham dengan dividen besar dan yang dibayarkan setiap tahun tidak berpindah saham. Namun ada penjelasan yang lebih mendetail daripada itu. Mari kita simak detilnya di bawah ini.

Perusahaan yang menurunkan nominal pembagian dividen dari tahun sebelumnya mungkin akan menghadapi turunnya harga saham perusahaan di pasar. Hal ini dikarenakan para investor menjadi cemas dengan kondisi keuangan perusahaan  dan memindahkan dana mereka ke perusahaan lain. Umumnya perusahaan tidak akan meningkatkan dividend payout ratio hanya dikarenakan keberhasilan bisnis dari satu tahun kerja.

Sebaliknya, perusahaan baru akan menambah jumlah dividen saat bisnis perusahaan sudah stabil sehingga dapat menjamin pembagian dividen yang lebih tinggi untuk seterusnya. Karena itulah, direktur perusahaan tidak memutuskan untuk menurunkan atau bahkan tidak membagikan dividen apabila mereka berpikir masalah yang dihadapi perusahaan hanya bersifat sementara, walaupun perusahaan merugi di tahun lalu. Ingat, para direktur perusahaan publik adalah orang-orang dengan semangat yang tinggi dan positive thinking yang luar biasa, dilengkapi dengan tim yang solid dan kreatif dalam mencari sumber penghasilan baru atau memperbaiki sistem yang ada agar rugi dapat berganti menjadi laba.

Kesimpulan

Dividen merupakan sumber penghasilan bagi seorang investor saham jangka panjang. Oleh karena itu, seorang value investor harus cermat dalam memilih saham dalam portofolio dengan lebih mengedepankan analisis fundamental dan memperhatikan dividend payout ratio perusahaan dari 10-15 tahun sebelumnya, juga dividend yield yang akan didapatkan apabila saham tersebut baru akan dibeli di harga sekarang. Dengan kondisi pasar saham sekarang yang dibayangi resesi akibat pandemi virus Corona, akan menjadi tantangan tersendiri bagi investor untuk memilih saham yang berprospek cerah DAN terus membagikan dividen dalam jumlah besar.

Setelah pembaca mengerti lebih dalam tentang dividen, maka COCOshoppers akan melanjutkan ke artikel berikutnya tentang investasi dividen (dividend investing). Istilah ini sudah ramai dibahas oleh investor luar sejak lama namun sepertinya belum banyak dikenal oleh investor dalam negeri. Last but not least, COCOshoppers berharap pembaca tetap sehat, #stayathome dan tetap semangat. Jangan lupa kunjungi section RePOST dari website ini untuk melepas penat dan tersenyum sejenak.

 

Share :

Baca Juga

Edukasi Saham

Pentingnya Mengetahui Nilai Saham Bagi Investor Pemula
metode analisa dupont analysis dengan roe, asset turnover ratio, dan net profit margin terhadap laporan keuangan terbaru indf dan myor (pt. indofood sukses makmur tbk. dan pt. mayora indah tbk.)

Edukasi Saham

DuPont Analysis: Definisi, Manfaat, dan Cara Hitung dari Laporan Keuangan
cara mendeteksi creative accounting pada neraca saldo dari laporan keuangan, definisi creative accounting, definition, balance sheet, financial statements, shareholder's equity, net income, liabilities, assets, debts

Saham

Mendeteksi Adanya Creative Accounting Pada Neraca Saldo dari Laporan Keuangan
tanda sinyal kapan saat terbaik untuk membeli atau menjual saham perusahaan migas minyak dan gas bumi dan bahan bakar

Edukasi Saham

Sinyal Beli atau Jual Saham Migas
6 rasio keuangan dasar yang wajib diketahui dan dipahami semua investor saham pemula

Edukasi Saham

6 Rasio Keuangan Dasar yang Wajib Diketahui Investor Pemula

Edukasi Saham

Price to Earnings Ratio (PER): Definisi, Manfaat, dan Cara Hitung dari Laporan Keuangan
cara menghitung dan rumus operating profit margin

Edukasi Saham

Operating Profit Margin: Definisi, Cara Hitung, Manfaat
what is the definition of gross margin or gross profit margin yang artinya apa definisi, manfaat, dan cara menghitung gross margin atau gross profit margin

Rasio Keuangan

Gross Margin: Definisi dan Rumus Menghitung