Home / Rasio Keuangan / Saham

Friday, 5 June 2020 - 19:05 WIB

Gross Margin dan Operating Margin, Apa Perbedaannya?

Gross margin dan operating margin adalah dua ukuran laba fundamental yang digunakan oleh investor, kreditur, dan para analis untuk menilai kondisi keuangan terkini perusahaan dan potensi perolehan laba di masa depan. Dua marjin ini berbeda dalam hal beban dan pengeluaran yang tercakup dalam perhitungannya dan perbedaan tujuan dalam penyajian informasi yang dibutuhkan dalam analisis sebuah perusahaan.

 

Apa itu Gross Margin?

Gross margin, yang juga seringkali disebut gross profit margin, merupakan persentase dari total penjualan yang tersisa setelah dikurangi biaya-biaya yang berhubungan langsung dengan produksi dan distribusi. Persentase tersebut dihitung dengan mengurangi biaya-biaya tersebut dari total pendapatan lalu hasilnya dibagi dengan total pendapatan itu sendiri. Untuk gross margin, semakin tinggi persentasenya berarti semakin besar uang yang tersisa bagi perusahaan untuk digunakan dalam keperluan lainnya, seperti membayar bunga utang dan membagi dividen bagi pemegang saham. Jika gross margin perusahaan turun, perusahaan dapat menempuh jalan pemangkasan jumlah karyawan, mencari supplier bahan baku dengan harga lebih rendah, atau menaikkan harga jual produknya.

Sebagai contoh, sebuah perusahaan dengan gross margin sebesar 25% berarti memperoleh laba kotor sebesar Rp. 2,5 juta dari setiap Rp. 10 juta penjualan yang berhasil dilakukannya, dan juga mengindikasikan perusahaan memiliki biaya sebesar Rp. 7,5 juta untuk memproduksi barang dagangannya. Apabila Rp. 2,5 juta ini dikurangi dengan biaya administrasi, gaji dan bonus sales, juga dengan biaya lain terkait penjualan maka jumlah yang tersisa disebut laba bersih (net profit).

Baca juga:  5 Cara Memilih Saham Tepat ala Lo Kheng Hong

 

Apa itu operating margin?

Operating margin menambahkan seluruh biaya overhead dan operasional kantor di luar produksi dari pendapatan, sehingga yang tersisa dari perhitungannya merupakan laba yang siap untuk dikenakan pajak dan untuk membayar bunga utang. Karena hal ini, operating margin terkadang disebut juga dengan laba sebelum bunga dan pajak (earnings before interest and taxes / EBIT).

Operating margin dihitung dengan rumus yang sama dengan gross margin, dengan tambahan biaya lainnya terkait operasional dan penjualan sebagai pengurang sebelum dibagi dengan total pendapatan. Biaya lain yang belum termasuk dalam gross margin adalah gaji dan bonus marketing, biaya terkait promosi, biaya-biaya terkait fasilitas kantor, biaya terkait operasional kendaraan bermotor kantor, dan depresiasi dan amortisasi dari perlengkapan kantor. Menganalisa riwayat operating margin sebuah perusahaan adalah cara investor memperkirakan pertumbuhan laba yang akan datang dan melihat apakah produk dan jasa yang dijual perusahaan merupakan bisnis yang dapat bertahan lama atau tidak.

 

Membandingkan gross margin dan operating margin

Terdapat banyak kemiripan antaran gross margin dan operating margin, di mana keduanya mewakili tingkat efisiensi yang dicapai perusahaan dalam menciptakan laba dari setiap penjualannya. Marjin yang lebih tinggi selalu lebih baik bagi keduanya, tapi dua marjin ini hanya dapat digunakan untuk membandingkan perusahaan dalam satu sektor industri yang sama.

Baca juga:  Price to Book Value (PBV) Ratio, Cara Valuasi Nilai Saham Para Investor

Karena biaya operasional seperti gaji dan promosi lebih mudah dikelola daripada biaya tetap dalam hal produksi, perusahaan sangat memperhatikan biaya operasional untuk mengurangi biaya yang dinilai tidak efisien sebagai langkah meningkatkan atau menjaga marjin laba. Dalam perhitungan operating margin yang tidak memasukkan biaya pendanaan dan beban pajak menjadikan marjin ini sebagai panduan apakah perusahaan memiliki laba yang cukup untuk mengambil tambahan pinjaman dalam proses ekspansi.

Operating margin adalah marjin yang lebih berpengaruh bagi investor daripada gross margin karena perbandingan dua perusahaan dengan bisnis dan total penjualan serupa dengan menggunakan marjin ini dianggap memberi informasi lebih banyak.

Gross profit margin selalu lebih tinggi daripada operating profit margin karena lebih sedikit biaya yang dikurangkan dari penjualan kotor perusahaan. Gross margin memberikan pandangan yang lebih spesifik pada pengelolaan sumber daya yang berhubungan langsung dengan produksi barang dagangan ataupun jasa yang dijual perusahaan.

Baca juga tentang 2 faktor utama penggerak harga saham, earnings per share dan price to book value ratio yang selalu dipakai dalam analisa fundamental saham. Jangan lupa terus #dirumahaja agar #Covid-19 segera berlalu. Sukses terus!

 

Share :

Baca Juga

apa hubungan antara nilai saham dan harga saham? what is the relationship between market value with stocks price in the stock market?

Edukasi Saham

Hubungan Antara Nilai Saham dengan Harga Saham
faktor penentu harga saham bei ihsg, kenapa harga saham bisa naik dan turun, belajar saham pdf online

Edukasi Saham

Faktor Penentu Harga Saham, Apa Saja?
koreksi pasar saham terdalam di indonesia, kenapa alasannya

Edukasi Saham

Kenapa Pasar Saham Melakukan Koreksi?

Edukasi Saham

Debt to Equity Ratio (DER), Analisa Fundamental Keuangan Perusahaan
rasio analisa fundamental saham dalam analisa fundamental saham yang penting dan wajib diketahui oleh value investor saham, key financial ratios in stocks fundamental analysis for value investors

Edukasi Saham

5 Rasio Analisa Fundamental Saham yang Wajib Diketahui Value Investor
faktor penentu pergerakan harga saham dan pasar modal

Edukasi Saham

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Arah Pergerakan Harga Saham
what is the definition of gross margin or gross profit margin yang artinya apa definisi, manfaat, dan cara menghitung gross margin atau gross profit margin

Rasio Keuangan

Gross Margin: Definisi dan Rumus Menghitung
supply dan demand di pasar saham, supply and demand in stock market trading

Edukasi Saham

Supply dan Demand dalam Pasar Saham