Home / Saham

Sunday, 31 May 2020 - 22:35 WIB

Mendeteksi Adanya Creative Accounting Pada Neraca Saldo dari Laporan Keuangan

Neraca saldo (balance sheet), laporan laba rugi (income statement / statement of profit or loss) dan laporan arus kas (cash flow statement) merupakan pondasi dalam laporan keuangan seluruh perusahaan. Sedangkan pada perusahaan publik, segenap emiten dianggap memiliki standar yang lebih tinggi dalam pencatatan akuntansi karena mereka wajib menggunakan GAAP (Generally Accepted Accounting Principles). Tapi sayangnya itu tidak menghentikan manajemen untuk melakukan kecurangan pada laporan keuangannya (fraud / fraudulent financial reporting). PT. Garuda Indonesia Tbk. dan PT. Hanson Internasional Tbk. baru-baru ini menghebohkan publik Indonesia karena melaporkan laporan keuangan yang telah dimanipulasi. Salah satu cara spesial dalam memanipulasi laporan keuangan adalah melalui creative accounting.

 

Apa itu creative accounting?

Creative accounting adalah praktik akuntansi di mana pencatatan tetap mengikuti standar akuntansi tapi hasilnya menyimpang dari sewajarnya, karena diatur tergantung kepada keperluan tertentu. Secara keseluruhan, creative accounting dapat ditemukan dalam banyak bentuk yang berbeda dan dilakukan dengan berbagai cara. Dalam akuntansi memang terdapat sejumlah celah yang memungkinkan perusahaan memutarbalikkan angka dalam laporan keuangan sesuai keinginan mereka, dan tetap sah secara hukum.

Pada neraca saldo, mendeteksi praktik creative accounting dapat dibagi menjadi tiga kategori untuk dianalisa lebih lanjut, yaitu aset (assets), utang (liabilities), dan ekuitas / modal (equity). Neraca saldo berhubungan sangat erat dengan laporan laba rugi, di mana perubahan pada pendapatan dari aset dan beban bunga dapat membantu menggelembungkan pendapatan atau mengurangi catatan biaya. Hasil dari praktik creative accounting seperti ini adalah meningkatnya laba bersih (net income) dan laba ditahan (retained earnings).

Dalam artikel ini kita akan mempelajari beberapa cara bagaimana ketiga kategori di atas dapat dimanipulasi. Semua cara ini melibatkan lebih catat (overstatement) pada aset, kurang catat (understatement) pada utang, atau kombinasi keduanya pada ekuitas yang dapat memberikan keuntungan jangka pendek kepada pelakunya.

 

Kenapa melakukan creative accounting pada neraca saldo?

Perusahaan yang memanipulasi neraca saldo biasanya memiliki maksud untuk meningkatkan laba bersih agar laporan keuangan terlihat lebih sehat atau kinerja manajemen terlihat lebih kuat. Alasannya, perusahaan terlihat dengan kondisi keuangan yang sehat agar lebih mudah memperoleh pinjaman dan dengan bunga yang rendah, juga tidak sulit untuk menerbitkan surat utang alias obligasi dengan termin yang lebih menguntungkan. Perusahaan juga dapat melebihkan nilai aset dalam neraca saldo kepada calon kreditur potensial.

 

Creative accounting melalui overstatement aset

Aset merupakan nilai penting dalam susunan neraca saldo. Seperti halnya utang, aset dibagi menjadi aset lancar (current assets) dengan umur 12 bulan atau kurang dan aset tidak lancar yang disebut aset tetap (fixed assets / long-term assets) dengan umur lebih dari 12 bulan. Akun yang biasa terdapat dalam kategori aset seperti kas dan setara kas (cash and equivalents), piutang (accounts receivable), persediaan barang dagangan (inventory), dan harta tak berwujud termasuk intellectual property.

 

Pengakuan terhadap piutang ragu-ragu

Piutang dagang memiliki hubungan langsung dengan pendapatan pada laporan laba rugi. Perusahaan yang menggunakan metode akrual (accrual) dapat membukukan pendapatan pada piutang dagang setelah penjualan terjadi. Akibatnya, proses pencatatan piutang dagang dapat menjadi salah satu area berisiko karena pendapatan yang dicatat terlalu dini atau hanya dipalsukan saja.

Salah satu alasan kenapa piutang dilaporkan lebih (overstated) mungkin diakibatkan perencanaan yang tidak tepat terhadap piutang ragu-ragu (doubtful accounts). Perusahaan yang cermat biasanya mengambil langkah antisipasi supaya piutang dagang tidak gagal tagih dan menyebabkan penggelembungan laba. Semuanya kembali lagi kepada kebijakan perusahaan dalam menganalisa dan memperkirakan berapa persen dari piutang dagang yang akan diakui sebagai piutang tak tertagih dalam kurun waktu tertentu. Jika perusahaan tidak melakukan pengakuan secara tepat pada piutang ragu-ragu, maka piutang dagang akan terangkat dalam jangka pendek.

Investor bisa saja mendeteksi apakah cadangan piutang tak tertagih cukup atau tidak. Piutang tidak akan berubah seluruhnya menjadi kas, yang dapat terlihat pada rasio likuiditas seperti quick ratio. Mengurangi nilai catatan (write-down) pendapatan juga perlu dilakukan. Jika piutang dagang merupakan porsi besar dari aset tapi prosedur antisipasi terhadap potensi gagal bayar customer tidak memadai maka hal ini akan menjadi masalah di kemudian hari. Tanpa adanya perencanaan terhadap piutang ragu-ragu, pertumbuhan pendapatan menjadi terlalu tinggi dalam jangka pendek tapi berpotensi membawa kerugian dalam jangka panjang.

 

Creative accounting melalui percepatan pencatatan pendapatan

Dalam kategori aset, perusahaan juga cenderung melebihkan pendapatan melalui percepatan pencatatan. Hal ini dapat berasal dari pembukuan pendapatan beberapa tahun ke depan sekaligus. Perusahaan juga dapat memanipulasi pendapatan dengan mencatat keseluruhan pendapatan berulang (recurring revenue) di awal, bukan disebar ke tahun-tahun di mana pendapatan akan diterima. Percepatan pendapatan tidak dapat dikatakan ilegal tapi bukanlah praktik pencatatan yang baik.

 

Creative accounting dengan cara memanipulasi nilai persediaan

Persediaan barang dagangan (inventory) adalah nilai dari barang yang diproduksi tapi belum terjual. Persediaan biasanya dinilai secara borongan tapi dijual dengan harga yang dinaikkan (markup). Saat persediaan terjual, nilai borongan dipindahkan ke laporan laba rugi sebagai harga pokok penjualan (cost of goods sold / COGS) dan total nilainya (harga markup) dicatat sebagai pendapatan. Perusahaan ingin melebihkan nilai persediaan agar nilai total aset pada neraca saldo naik, sehingga dapat digunakan sebagai jaminan saat perusahaan membutuhkan pinjaman. Seharusnya perusahaan membeli persediaan pada harga terendah agar menuai laba tertinggi dari setiap penjualan. Tapi karena overstatement dari persediaan akan meningkatkan COGS yang kelebihan pula, maka nilai pendapatan per unit pada laporan laba rugi akan turun secara tidak proporsional.

Baca juga:  Bagaimana Rasio Return on Equity (ROE) Dapat Membantu Menemukan Saham yang Menguntungkan?

Investor dapat mendeteksi overstatement pada persediaan dengan mencari lonjakan tinggi pada tren nilai persediaan. Rasio marjin laba kotor (gross profit margin) juga dapat membantu jika laba jatuh di luar perkiraan atau jauh di bawah ekspektasi laba sektor industrinya. Hal ini berarti pendapatan bersih mungkin jatuh atau sangat rendah karena nilai persediaan yang berlebihan. Pertanda kecurangan yang lain termasuk jumlah persediaan yang bertambah lebih cepat daripada penjualan, turunnya rasio inventory turnover, persediaan yang naik lebih cepat daripada total aset, dan naiknya persentase beban terkait penjualan. Semua perubahan yang tidak biasa pada angka-angka ini dapat menjadi indikasi adanya kecurangan (fraud) pada nilai persediaan barang dagangan secara pencatatan akuntansi.

 

Creative accounting pada anak perusahaan dan perusahaan patungan

Saat perusahaan publik melakukan investasi besar pada bisnis atau perusahaan yang lain, emiten tersebut dapat menggunakan salah satu metode berikut untuk menghitung investasi, yaitu metode konsolidasi atau metode ekuitas, tergantung kepada porsi kepemilikan pada anak perusahaan. Kedua metode ini tetap mencatat investasi sebagai aset. Hal ini menciptakan peluang bagi emiten untuk menggunakan anak perusahaan, investasi kepemilikan pada perusahaan lain, dan perusahaan patungan (joint ventures) untuk suatu tujuan yang dirahasiakan atau berbuat kecurangan, karena penyeimbangan neraca saldo tidak dipaparkan kepada publik secara transparan.

Dengan metode ekuitas, investasi akan dicatat sebagai biaya yang selanjutnya disesuaikan pada laba atau rugi bersih per saham dan dividen yang dibagikan. Keuntungan yang didapatkan dari investasi dapat menggelembungkan aset dan juga meningkatkan porsi laba ditahan (retained earnings) pada sisi ekuitas. Walaupun investasi seperti ini dilaporkan dalam neraca saldo dan laporan laba rugi, metodologi pencatatan sangat kompleks dan dapat menciptakan kesempatan untuk kecurangan pencatatan (fraudulent reporting).

Investor harus lebih berhati-hati, dan bisa memperhatikan tingkat kepercayaan kantor akuntan publik (KAP) yang mengaudit aksi korporasi perusahaan yang menggunakan metode ekuitas untuk pencatatan investasi pada anak perusahaan. Contohnya adalah pada PT. Indofood CBP Sukses Makmur Tbk. (ICBP) yang baru-baru ini mengakuisisi Pinehill Corpora Limited di bulan Mei 2020, tidak lama berselang setelah pelaporan laporan keuangan kuartal 1 (Q1) tahun keuangan 2020 (FY 2020). Dengan dalih untuk memperluas pangsa pasar mi instant di Eropa dan Afrika, ICBP rela membayar Rp. 45 T untuk 51% saham Pinehill Company Limited dan Steele Lake dengan PER 24x. Dengan tingkat PER tersebut menandakan ICBP memerlukan waktu 24 tahun untuk mencapai break-even point dari investasinya jika laba bersih Pinehill Corpora Ltd. tetap sama hingga 24 tahun ke depan. Beberapa market analis telah menurunkan target harga terhadap saham ICBP dan INDF karena aksi akuisisi ini.

 

Creative accounting dengan understatement nilai utang

Mengurangi nilai utang secara sengaja (undervalue towards liabilities / undervaluing liabilities) merupakan cara creative accounting kedua dalam rangka memanipulasi pelaporan keuangan pada area neraca saldo. Setiap pengurangan dari pengeluaran perusahaan dapat menguntungkan perusahaan karena akan meningkatkan laba.

 

Kewajiban kontinjensi

Utang atau kewajiban kontinjensi (contingent liabilities) adalah kewajiban yang tergantung kepada peristiwa di masa depan yang memastikan timbulnya kewajiban tersebut, nilai terutang, kepada siapa perusahaan berutang, atau tanggal jatuh tempo.

Definisi liabilitas kontinjensi menurut PSAK 57 adalah kewajiban potensial kewajiban potensial yang timbul dari peristiwa masa lalu dan keberadaannya menjadi pasti dengan terjadi atau tidak terjadinya satu atau lebih peristiwa di masa depan yang tidak sepenuhnya berada dalam kendali entitas; atau kewajiban kini yang timbul sebagai akibat peristiwa masa lalu, tetapi tidak diakui karena; tidak terdapat kemungkinan entitas mengeluarkan sumber daya yang mengandung manfaat ekonomis untuk menyelesaikan kewajibannya; atau jumlah kewajiban tersebut tidak dapat diukur secara andal.

Intinya, contingent liabilities merupakan area abu-abu yang dapat dimanfaatkan perusahaan sesuai dengan kebutuhannya. Emiten dapat secara kreatif menghitung utang tersebut dengan menurunkan nilainya atau membuatnya menjadi kurang materiil dalam laporan keuangan.

Jika estimasi perusahan meleset dan salah mencatat utang kontinjensi yang sebenarnya memiliki potensi besar akan terjadi, maka hal ini akan mengurangi utang (understating) dan melebihkan (overstating) laba bersih dan modal. Investor dapat mengawasi utang kontinjensi dengan memahami bisnis perusahaan dan memperhatikan dengan seksama catatan dalam lampiran laporan keuangan, yang mengandung informasi tentang kewajiban ini.

 

Biaya lain-lain

Cara lain bagi perusahaan untuk memanipulasi pengeluaran mencakup penundaan pembayaran secara tidak benar, melakukan penyesuaian terhadap beban menjelang akuisisi (acquisition) atau merjer (merger), atau melebihkan utang kontinjensi dengan tujuan penyesuaian pada peningkatan aset di masa yang akan datang.  Lagipula, dalam dunia pengeluaran, keberadaan anak perusahaan dapat menjadi “ladang” untuk menyeimbangkan pelaporan pengeluaran yang tidak diungkapkan secara transparan.

Baca juga:  Piutang Dagang, Definisi dan Fungsi

 

Kewajiban membayar pensiun

Kewajiban perusahaan melunasi utang pensiun pegawainya sangat mudah untuk dimanipulasi oleh perusahaan publik, karena utang ini terjadi di masa depan dan hanya berdasarkan perkiraan yang dibuat oleh perusahaan. Perusahaan dapat membuat proyeksi secara agresif agar dapat menaikkan laba, sehingga kondisi keuangan seakan-akan sedang baik. Terdapat 2 asumsi yang dapat dipakai sebagai penyesuaian oleh perusahaan.

Pada umumnya, utang pensiun adalah hasil present value dari pembayaran uang pensiun kepada karyawan di masa depan. Salah satu cara untuk memanipulasi hal ini adalah melalui tingkat diskonto yang digunakan. Dengan meningkatkan diskonto dapat mengurangi utang pensiun secara signifikan.

Perusahaan juga dapat melakukan overstatement pada imbal hasil yang diharapkan dari perencanaan aset. Dengan cara ini perusahaan dapat meningkatkan lebih banyak aset untuk membayar utang pensiun, agar dapat menyeimbangkan posisi aset terhadap utang dalam neraca saldo. Karena utang pensiun dapat berlangsung terus menerus dalam suatu perusahaan, seorang akuntan dapat melakukan berbagai penyesuaian selama umur utang dengan tujuan memanipulasi perolehan laba bersih dalam jangka pendek atau di masa yang akan datang.

 

Creative accounting pada modal pemegang saham

Modal pemegang saham terdiri dari saham (stocks), tambahan modal disetor (additional paid-in capital), dan laba ditahan (retained earnings) yang diperoleh dari laba bersih. Jika sebuah perusahaan melebihkan catatan aset atau mengurangi jumlah utang maka hasilnya adalah overstatement dari laba bersih, yang dibawa ke neraca saldo dari laba bersih sebagai laba ditahan sehingga menggelembungkan nilai modal pemegang saham (shareholder’s equity).

Modal pemegang saham atau ekuitas merupakan komponen utama dalam perhitungan beberapa rasio yang dipakai saat melakukan penilaian terhadap perusahaan, termasuk pengelolaan sumber pendanaan. Beberapa rasio yang menggunakan ekuitas sebagai komponennya adalah debt to equity ratio, assets to equity ratio, dan liabilities to equity ratio. Yang paling sering kita dengar adalah return on equity ratio (ROE), yang merupakan pusat penilaian terhadap keseimbangan keseluruhan neraca saldo, juga penilaian terhadap kinerja manajemen. ROE merupakan penilaian terhadap tinggi rendahnya pencapaian laba bersih jika dibandingkan terhadap ekuitas.

 

Kesimpulan

Perusahaan dapat melakukan creative accounting atau manipulasi terhadap neraca saldo melalui berbagai cara, mulai dari perhitungan persediaan hingga utang kontinjensi. Kebanyakan tujuan dari creative accounting pada neraca saldo adalah untuk meningkatkan laba bersih, yang merupakan gabungan dari creative accounting pada laporan laba rugi. Kadang-kadang perusahaan mencari cara untuk menggelembungkan aset dengan mengurangi utang agar posisi keuangan terlihat lebih solid saat dinilai oleh investor dan kreditur yang akan mengambil keputusan apakah penambahan modal akan dilakukan melalui utang atau dilusi saham.

Setiap lonjakan tiba-tiba pada aset perusahaan atau penurunan mendadak pada pengeluaran dapat menjadi lonceng bahaya sehingga membutuhkan penelusuran lebih lanjut. Perusahaan publik diwajibkan untuk mentaati GAAP secara menyeluruh, tapi tetap ada celah bagi akuntan untuk berkreasi melalui creative accounting sehingga memerlukan investigasi dan pemahaman lebih para investor dalam meneliti kecurangan yang dilakukan perusahaan.

Perusahaan publik sebaiknya menginformasikan dengan jelas mengenai sumber investasinya kepada selurun investor ritel karena peraturan tersebut memang sudah diatur oleh BEI dan OJK. Jika investor merasakan adanya creative accounting yang melibatkan kecurangan dalam pelaporan keuangan, maka opini KAP yang mengaudit laporan keuangan tersebut beserta catatan yang dilampirkan adalah hal pertama yang harus diperhatikan. Terkadang metode yang digunakan dalam pencatatan ditutup-tutupi dalam laporan keuangan sehingga dapat memancing pemeriksaan secara mendetil dari para pemegang saham dan berujung pada ranah hukum jika manipulasi memang terbukti.

Di dalam sebuah neraca saldo, mengidentifikasi creative accounting dapat dibagi menjadi 3 bagian, yaitu analisa pada aset, utang, dan modal. Melebihkan aset atau mengurangi utang, dan bisa gabungan dari keduanya, merupakan salah satu cara untuk meningkatkan laba bersih pada laporan laba rugi. Meningkatkan laba bersih dengan cara curang dapat menciptakan sebuah ilusi pada laporan keuangan yang seakan-akan kinerja perusahaan dan manajemen sangat baik.

Sedangkan penggelembungan aset dan pengurangan utang pada neraca saldo dapat meningkatkan nilai rasio yang digunakan kreditur dalam menganalisa keputusan pemberian pinjaman. Kepemilikan terhadap entitas yang tidak transparan juga menjadi pertanda adanya creative accounting di mana penyeimbangan akun dalam neraca saldo disamarkan melalui anak perusahaan, padahal seharusnya terintegrasi dalam perhitungan akhir kinerja perusahaan induk.

Pada intinya, neraca saldo merupakan faktor penting dalam penilaian kinerja oleh semua pihak sehingga meningkatkan performa keuangan melalui creative accounting dapat memberikan banyak manfaat lebih bagi perusahaan.

Membaca laporan keuangan, memahami lini usaha perusahaan, dan memiliki pemahaman yang memadai terhadap creative accounting merupakan langkah penting bagi semua investor sebelum melakukan investasi. Menjauhi investasi yang patut dipertanyakan atau mengambil langkah keluar dari investasi saat mencurigai adanya praktik creative accounting merupakan langkah yang tepat.

Terima kasih telah membaca artikel pendek mengenai perbedaan market value dan market capitalization dari COCOshoppers. Baca juga tentang account receivable days dan price/earnings to growth untuk menambah wawasan keuangan Anda. Jangan lupa terus #dirumahaja agar wabah #Covid-19 segera berlalu. Selamat mencoba, sukses terus!

 

Share :

Baca Juga

Edukasi Saham

Price to Earnings Ratio (PER): Definisi, Manfaat, dan Cara Hitung dari Laporan Keuangan
daftar perusahaan sektor konsumer ihsg, sektor consumer goods, sektor manufaktur barang konsumsi, terdaftar di bei bursa efek indonesia, sektor utilitas, sektor infrastruktur, sektor transportasi, infrastructure, utilities and transportation

Saham

Daftar Emiten Sektor Infrastruktur, Utilitas, dan Transportasi Terbaru BEI
faktor ekonomi penggerak pasar saham dan pengaruhnya terhadap investasi pasar modal IHSG BEI

Edukasi Saham

5 Faktor Ekonomi yang Mempengaruhi Return Investor
Laporan keuangan PT. Gudang Garam Tbk.

Edukasi Saham

Return on Equity Ratio (ROE): Definisi, Manfaat, dan Cara Perhitungan Dari Laporan Keuangan
daftar perusahaan sektor konsumer ihsg, sektor consumer goods, sektor manufaktur barang konsumsi, terdaftar di bei bursa efek indonesia, sektor utilitas, sektor infrastruktur, sektor transportasi, infrastructure, utilities and transportation

Saham

Daftar Perusahaan Sektor Konsumer Terbaru di BEI
Beli barang di Aliexpress

Edukasi Saham

Price to Book Value (PBV) Ratio, Cara Valuasi Nilai Saham Para Investor
bagaimana cara memprediksi pergerakan harga saham hari ke hari setiap hari harian?

Edukasi Saham

Bagaimana Cara Memprediksi Pergerakan Saham Harian?
macam-macam rasio keuangan dasar dalam analisa fundamental saham menurut para analis dan manajer investasi pasar sekuritas dari laporan keuangan perusahaan lq45

Edukasi Saham

4 Rasio Keuangan Dasar Dalam Menilai Saham