Home / Edukasi Saham / Rasio Keuangan / Saham

Wednesday, 8 April 2020 - 10:58 WIB

Net Profit Margin (NPM), Definisi, Rumus, Analisis Fundamental

Apa itu Net Profit Margin (NPM)

Net Profit Margin yang juga dikenal dengan net margin, merupakan indikasi berapa besar laba bersih (net income) yang diperoleh perusahaan dari pendapatan (revenue) yang tercapai dalam satu periode keuangan. Biasanya Net Profit Margin (NPM) ditampilkan dalam bentuk persentase, jarang ditemukan dalam bentuk desimal. NPM merupakan salah satu rasio analisis laporan keuangan dan rasio analisis fundamental saham yang wajib dilakukan investor sebelum berinvestasi.

Baca juga: Analisis profitabilitas perusahaan dengan rasio Return on Assets

Apa Kegunaan atau Manfaat Dari Net Profit Margin (NPM)

Sebagai rasio keuangan perusahaan, NPM tidak hanya menjadi tolak ukur besarnya laba terhadap pendapatan, tapi juga menilai efektifitas dan efisiensi biaya produksi, biaya overhead (overhead costs) dan biaya-biaya dalam mendukung operasional perusahaan.

Biaya produksi (the cost of goods sold atau disingkat COGS) bagi perusahaan manufaktur merupakan komponen biaya vital dalam laporan laba rugi (income statement) perusahaan dan salah satu faktor pengurang laba bersih sebelum bunga dan pajak (earnings before interest and taxes / EBIT). Komponen biaya yang termasuk dalam biaya produksi atau COGS antara lain biaya bahan baku (raw material) dan biaya tenaga kerja langsung (direct labor costs).

Biaya operasional (operating costs), dapat juga disebut biaya overhead (overhead costs), merupakan biaya yang diperlukan dalam menjalankan usaha perusahaan. Biaya ini mencakup biaya marketing, sales, informasi dan teknologi (information technology / IT), human resource department (HRD), accounting, hukum (legal) dan administrasi (administrative).

Kita tidak akan masuk ke pembahasan biaya (expenses) lebih jauh karena akan menyimpang dari pembahasan NPM. Masih banyak rasio analisis laporan keuangan dan analisis rasio profitabilitas yang dapat kita pelajari untuk mengukur kinerja perusahaan.

Baca juga:  Rasio Keuangan Terbaik Untuk Analisa Fundamental Saham Perusahaan FMCG

 

Cara Menghitung Net Profit Margin (NPM)

 

Rumus Net Profit Margin (NPM) =

  how to calculate net profit margin

 

Komponen Rumus NPM

Laba bersih (net income) yang digunakan adalah laba bersih setelah pajak (earnings after taxes) atau kadang disebut juga dengan laba setelah bunga dan pajak (earnings after interest and taxes).

Pendapatan (revenue) adalah besarnya nilai penjualan dan pendapatan (sales and revenues) dan pendapatan usaha lainnya (other operating income) yang dapat diakui perusahaan dalam satu periode keuangan.

 

Contoh Kasus Cara Menghitung Net Profit Margin (NPM)

Seperti biasa, COCOshoppers akan menggunakan laporan keuangan riil bagi pembaca agar dapat lebih memahami laporan keuangan perusahaan publik. Perusahaan yang dipakai juga berada dalam grup LQ45, yang artinya saham paling liquid yang tergabung dalam bursa efek Indonesia (BEI).

Sebagai contoh kasus  cara menghitung NPM dari laporan keuangan, kita akan menggunakan financial statement terbaru dari PT. AKR Corporindo Tbk., emiten berkode AKRA. Laporan keuangan ini adalah laporan keuangan konsolidasian tanggal 31 Desember 2019 (consolidated financial statement as of December 31, 2019) yang sudah diaudit oleh akuntan publik. Laporan keuangan teraudit PT. AKR Corporindo Tbk. tahun 2019 baru dirilis ke publik pada akhir Maret 2020, sehingga masih merupakan laporan terbaru perusahaan.

Untuk mencari nilai laba bersih yang kita perlukan, perhatikan gambar screenshot dari halaman laporan laba rugi (statement of profit or loss atau yang lebih sering disebut sebagai income statement) di bawah ini.

 

laba bersih pt. akr corporindo tbk. (AKRA) 2019 2020 terbaru

 

Dari gambar di atas, kita mendapatkan angka laba bersih yang diperlukan untuk menghitung NPM yaitu Rp. 656.278.493 ribu. Sekarang perhatikan screenshot di bawah ini.

Baca juga:  Sinyal Beli atau Jual Saham Migas

 

pendapatan (income atau earnings) pt. akr corporindo tbk. (AKRA) tahun 2019 2020 terbaru

 

Dari gambar di atas, kita mendapatkan 2 jenis pendapatan, yaitu yang dari usaha langsung perusahaan pada pos Penjualan dan Pendapatan (sales and revenues) dan pendapatan usaha lainnya (other operating income). Pertanyaannya, apakah pendapatan usaha lainnya digunakan dalam menghitung NPM? Jawabannya bisa iya dan tidak, namun COCOshoppers akan menjumlahkan 2 pendapatan tersebut karena dalam komponen laba bersih yang kita pakai sudah termasuk perhitungan dari Pendapatan Usaha Lainnya ini.

Jadi, angka yang kita gunakan sebagai pembagi dalam rumus NPM adalah

Rp. 21.702.637.573 + Rp. 10.734.214 = Rp. 21.713.371.787 ribu

Sekarang kita dapat menghitung NPM dari PT. AKR Corporindo Tbk. (AKRA) untuk tahun keuangan 2019.

NPM AKRA 2019   = net profit margin (NPM) pt. akr corporindo tbk. (AKRA) tahun 2019 di 2020   = 0.03  = 3%

Dengan angka NPM 3%, maka kita dapat mengambil kesimpulan bahwa dalam tahun keuangan 2019 (Fiscal year 2019 / FY2019), PT. AKR Corporindo Tbk. (AKRA) menghasilkan laba bersih sebesar 3% dari total pendapatan yang diperoleh perusahaan.

Apakah nilai NPM 3% merupakan acuan investasi yang baik terhadap saham AKRA? Untuk mengambil keputusan ini kita harus masuk lebih dalam lagi dengan menganalisa perubahan NPM PT. AKR Corporindo dari tahun sebelumnya dan perbandingan dengan laporan keuangan perusahaan pada industri yang sama di tahun 2019.  

Baca juga: Cara menilai harga saham tinggi atau rendah dengan Price to Book Value

Sampai di sini artikel tentang NPM dari COCOshoppers, semoga bermanfaat dengan pemahaman terhadap apa yang dimaksud dengan Net Profit Margin. Akhir kata, semoga tetap sehat, #stayathome alias di rumah aja, dan tetap semangat.

Share :

Baca Juga

fungsi rasio ROE dalam mencari saham profit tinggi

Edukasi Saham

Bagaimana Rasio Return on Equity (ROE) Dapat Membantu Menemukan Saham yang Menguntungkan?

Edukasi Saham

Price to Earnings Ratio (PER): Definisi, Manfaat, dan Cara Hitung dari Laporan Keuangan
6 rasio keuangan dasar yang wajib diketahui dan dipahami semua investor saham pemula

Edukasi Saham

6 Rasio Keuangan Dasar yang Wajib Diketahui Investor Pemula
how to choose low risk stocks, cara memilih saham rendan risiko atau berisiko rendah

Edukasi Saham

Kenali Ciri-ciri Portofolio Saham Rendah Risiko
the hottest girl in office, rasio keuangan untuk analisa fundamental saham perusahaan FMCG di indonesia

Edukasi Saham

Rasio Keuangan Terbaik Untuk Analisa Fundamental Saham Perusahaan FMCG
Beli barang di Aliexpress

Edukasi Saham

Price to Book Value (PBV) Ratio, Cara Valuasi Nilai Saham Para Investor
perusahaan fast moving consumer goods (FMCG) atau consumer packaged goods

Edukasi Saham

Fast Moving Consumer Goods (FMCG)
harga minyak dunia merosot, begini rekomendasi saham emiten dari analis

Edukasi Saham

Harga Minyak Dunia dan Efeknya Pada Pasar Saham