Home / Edukasi Saham / Rasio Keuangan / Saham

Tuesday, 28 April 2020 - 22:12 WIB

Rumus dan Cara Menghitung Free Cash Flow (FCF) dari Laporan Keuangan

Menghitung Free Cash Flow (FCF)

 

Free cash flow (FCF) yang terjemahan dalam bahasa Indonesia menjadi arus kas bebas, dapat kita hitung dengan memulainya dari arus kas dari aktivitas operasi (cash flow from operating activities / operating cash flow) yang terdapat pada laporan arus kas (statement of cash flow). Menghitung free cash flow dari laporan arus kas jauh lebih memudahkan karena angka ini sudah disesuaikan untuk pengeluaran non kas dan perubahan dalam modal kerja (working capital). Free cash flow ini bertujuan utama sebagai pendeteksi adanya kelemahan finansial dan mengukur pertumbuhan kinerja keuangan perusahaan.

 

Rumus Free Cash Flow (FCF)

Rumus yang paling mudah dan simpel untuk menghitung free cash flow (FCF) adalah sebagai berikut:

Free cash flow = Arus kas dari aktivitas operasi – Pembelanjaan modal

 

Komponen Rumus Free Cash Flow (FCF)

Arus kas dari operasi, dapat dicari dalam laporan arus kas.

Pembelanjaan modal, sering disebut capital expenditures atau disingkat CAPEX, terdapat dalam laporan arus kas.

Contoh cara menghitung Free Cash Flow (FCF)

Sebagai contoh dalam menghitung FCF kita akan menggunakan laporan arus kas (statement of cash flows) dan laba rugi (income statement / statement of profit or loss) dalam laporan keuangan terbaru PT. Charoen Pokphand Indonesia Tbk. (CPIN) per 31 Desember 2019.

 

analisa fundamental saham pt. charoen pokphand indonesia secara mendalam dengan cara menghitung free cash flow (FCF) dari laporan keuangan terbaru tahun 2019 2020 bukan kuartalan

Dari gambar screenshot di atas kita mendapatkan 2 angka yang kita perlukan untuk perhitungan FCF CPIN tahun 2019, yaitu kas dari aktivitas operasi sebesar Rp. 3.400.173 juta dan CAPEX yang telah dilakukan sebesar Rp. 2.765.707 juta. CAPEX didapatkan dari penjumlahan uang muka pembelian aset tetap (advances for purchase of fixed assets) sebesar Rp. 88.506 juta ditambah dengan perolehan aset tetap (acquisition of fixed assets) sebesar Rp. 2.677.201.

Sekedar informasi, jika angka dalam laporan keuangan diberi tanda kurung berarti bernilai minus, dan dalam laporan arus kas berarti terjadi dana kas keluar dari perusahaan. Dengan memasukkan ke dalam rumus FCF maka kita akan mendapatkan hasilnya sebagai berikut:

free cash flow formula rumus hitung fcf dalam analisa fundamental saham perusahaan yang bermanfaat

Jika kita ingin membandingkan FCF CPIN di tahun 2018, maka dapat kita hitung kembali dengan menggunakan angka yang terdapat pada kolom tahun 2018.

dana kas tunai tersedia dalam arus kas bebas atau free cash flow dan cara hitungnya dalam analisa fundamental shaam charoen pokphand indonesia tbk. CPIN tahun ini terbaru 2019 2020

 

Secara jelas, kita dapat melihat bahwa PT. Charoen Pokphand Indonesia Tbk. (CPIN) mengalami penurunan free cash flow yang sangat signifikan dalam tahun 2019 dengan selisih Rp 2.862.460 juta yang dikarenakan adanya CAPEX. Sekarang mari kita simak laporan laba rugi CPIN.

laporan laba rugi dalam laporan keuangan tahunan cpin terbaru 2019 2020

Earnings per share (EPS) CPIN tahun 2019 tercatat mengalami penurunan sebesar 20%, yang berarti seperlima dari tahun sebelumnya. Namun FCF CPIN turun sebesar 82%, empat kali lipat lebih besar daripada penurunan labanya. Dengan penurunan kas tersedia yang sangat besar, dapat dipastikan PT. Charoen Pokphand akan mencari dana pinjaman untuk menjalankan operasional perusahaan.

Sekarang mari kita kembali lagi ke laporan arus kas di atas. Selama tahun 2019, CPIN mengeluarkan Rp. 1.587.038 untuk pembayaran gaji karyawan dan Rp. 1.687.019 sebagai pengeluaran beban usahanya. Jika dana yang tersedia tidak mencukupi bahkan hanya gaji karyawan, maka CPIN harus mempunyai sumber dana segar yang lain agar roda bisnis dapat tetap berjalan.

Baca juga:  Bagaimana Cara Menghitung Working Capital / Net Working Capital?

 

calculate hitung free cash flow (fcf) dalam analisa fundamental saham cpin pt. charoen pokphand indonesia berbayar

Screenshot di atas sebagai potongan pelengkap gambar pertama akan memberikan jawaban terhadap sumber pendanaan PT. Charoen Pokphand Indonesia Tbk. CPIN mendapat pinjaman jangka pendek dari bank dalam jumlah Rp. 3.070.000 juta, yang harus dilunasi perusahaan dalam jangka waktu 1 tahun, dan utang jangka panjang sebesar Rp. 400.000 juta.

Sebagai pertanyaan bagi investor, dapatkah pembelanjaan modal yang dilakukan oleh CPIN di tahun 2019 mulai memberikan hasil positif terhadap laba dan cash flow perusahaan di tahun 2020? Atau CPIN harus tetap bergantung kepada kreditur dalam mendanai operasional sehari-hari sepanjang tahun ini? Untuk menjawab hal ini seorang investor harus mulai mencari berita seputar saham CPIN yang biasanya dapat menjelaskan ke mana aliran dana perusahaan dibelanjakan, terutama yang berkaitan dengan CAPEX di tahun 2019.

Walaupun FCF merupakan alat ukur yang berguna, tidak semua investor mempunyai latar belakang keuangan yang cukup untuk menghitungnya, atau bersedia mendedikasikan waktu untuk menghitung free cash flow secara manual.

 

Cara menentukan nilai Free Cash Flow (FCF) yang baik

Jika investor sudah menguasai perhitungan free cash flow, yang menjadi pertanyaan sekarang adalah berapa nilai FCF yang sebaiknya dimiliki oleh perusahaan? Kadang ada perusahaan dengan FCF yang sangat positif tapi harga sahamnya malah turun, dan begitu juga dengan kebalikannya. Dengan kondisi harga saham yang berbeda dengan analisa FCF, maka sebaiknya kita menggunakan tren FCF untuk menyederhanakan analisa.

Sebuah konsep yang dapat kita gunakan dari analisis teknikal adalah tren dan berkonsentrasi pada faktor tren dari kinerja fundamental saham daripada berpatokan pada nilai FCF, laba, atau pendapatan. Normalnya adalah harga saham memiliki hubungan yang berbanding lurus dengan tren kinerja fundamental keuangannya.

Pendekatan yang umum dilakukan dalam menggunakan analisa FCF adalah dengan memanfaatkan tren FCF sebagai indikator pergerakan harga saham. Apabila FCF perusahaan cenderung stabil dalam 4 atau 5 tahun terakhir, maka kemungkinan tren kenaikan harga saham akan terus berlanjut. Tapi jika tren FCF adalah menurun, terutama saat nilai FCF berselisih jauh jika dibandingkan dengan tren laba dan penjualannya, maka terdapat indikasi bahwa harga saham akan cenderung turun.

Pendekatan ini mengabaikan nilai FCF dan berfokus pada kurva tren FCF dan hubungannya dengan kinerja harga saham.

Sekarang kita akan melanjutkan analisa kita terhadap PT. Charoen Pokphand Indonesia Tbk. (CPIN) dengan analisa FCF terhadap laporan keuangannya dalam kurun waktu 6 tahun. Perhatikan tabel di bawah ini.

tabel penjualan, sales, revenue, earnings per share, sales per share atau sales per saham, dan inventory dalam analisa fundamental saham perusahaan pt. charoen pokphand indonesia tbk. CPIN sebagai anggota indeks LQ45 bei ihsg

Berdasarkan tabel dari kinerja CPIN 2014-2019 kita dapat melihat bahwa perusahaan mencatat kenaikan penjualan (sales / revenues) yang stabil dalam kurun waktu tersebut. Namun juga dapat dilihat bahwa nilai FCF per saham CPIN mengalami naik turun yang cukup ekstrim, bahkan menyentuh minus pada tahun 2014 dan 2015. Yang menarik untuk diperhatikan adalah bahwa tren harga saham CPIN tidak mengikuti pertumbuhan EPS melainkan lebih cenderung searah dengan tren FCF.

Hal lain yang perlu diperhatikan adalah hubungan antara jumlah persediaan dengan FCF. Harus diingat bahwa FCF merupakan kas yang tersisa pada perusahaan setelah melakukan belanja modal pada PP&E (property, plant, and equipment). Pada tahun 2014 CPIN melakukan investasi besar-besaran hingga FCF minus di angka Rp. 3,2 T. Dengan asumsi CAPEX di tahun tersebut adalah untuk menambah persediaan barang dagangan, maka di tahun 2015 nilai persediaan CPIN naik 25% ke Rp. 5,4 T. Efek dari CAPEX di tahun 2014 baru bisa meningkatkan FCF CPIN di tahun 2018 dengan lonjakan hingga 3,5x dari tahun sebelumnya. Pada tahun 2019 CPIN kembali melakukan CAPEX besar yang terlihat dari FCF yang berkurang hingga Rp. 2,8 T hingga perusahaan harus meminjam dana tunai dari bank (lihat screenshot sebelumnya).

Baca juga:  Price to Earnings Ratio (PER): Definisi, Manfaat, dan Cara Hitung dari Laporan Keuangan

Apabila pola ini berulang, maka investor dapat mengikuti tren harga saham CPIN dari tahun 2014 hingga 2018 (5 tahun) dengan catatan harus memasukkan faktor wabah Covid-19 di tahun 2020 ini sebagai penyimpangan dari pola yang ada.

 

Berinvestasi pada pertumbuhan

Perusahaan seperti CPIN yang memiliki tren FCF naik turun disebabkan manajemen berinvestasi pada PP&E untuk mengembangkan bisnisnya. Dalam tabel di atas, investor dapat mendeteksi pergerakan harga saham jika melihat perubahan CAPEX pada tahun-tahun tertentu. Jika FCF sudah mulai stabil berarti perusahaan sudah mulai menuai hasil investasinya dan investor dapat bersiap-siap pula untuk menjual saham karena harganya akan naik.

 

Tata kelola usaha

Dengan CAPEX besar di tahun 2014, berujung pada tingginya angka persediaan pada tahun 2018 namun turun kembali di tahun 2019. Hal ini berarti manajemen berhasil meningkatkan penjualan untuk mengurangi menumpuknya barang dagangan di gudang. Reaksi manajemen yang tanggap terhadap kondisi bisnis perusahaan merupakan sinyal bahwa perusahaan dikelola dengan baik.

 

Utang

CAPEX yang besar yang dilakukan oleh PT. Charoen Pokphand Indonesia Tbk. ditopang oleh pinjaman perbankan jangka pendek yang sangat besar, yaitu senilai Rp. 3T (dapat dilihat kembali di screenshot kedua dari laporan arus kas). Jika kita menghitung free cash flow pada tahun 2019, maka dapat dipastikan Rp. 634.466 tidak cukup untuk membayar utang bank sekaligus operasional tahun 2020. CPIN harus mendongkrak penjualan dan laba sangat banyak di 2020 untuk menutupi seluruh biaya dan utang jangka pendeknya. Apabila perusahaan tidak dapat mencapai target penjualan yang tinggi di tahun ini, maka CPIN dapat terbelit utang yang membahayakan keuangan perusahaan.

 

Kesimpulan

Dari perhitungan free cash flow (FCF) terhadap PT. Charoen Pokphand Indonesia Tbk., kita dapat menganalisa kinerja fundamental perusahaan yang tidak terlihat apabila investor hanya menganalisa laporan laba rugi. Dengan analisa free cash flow pula dapat terlihat kapan saat yang tepat untuk mulai membeli saham CPIN dan kapan waktu terbaik untuk menjualnya. Walaupun hanya sebagai analisa tambahan, investor juga dapat mencermati nilai FCF terhadap kemampuan perusahaan dalam membayar seluruh kewajibannya.

Masih banyak rasio yang dapat digunakan untuk mengukur kinerja perusahaan, sehingga disarankan investor menggabungkan analisa free cash flow dengan rasio profitabilitas dan rasio aktivitas agar analisa fundamentalnya bertambah solid.

 

Terima kasih telah membaca artikel tentang cara menghitung Free Cash Flow dari COCOshoppers. Bagi yang tertarik untuk mengetahui lebih banyak rasio keuangan dalam analisa fundamental saham dapat klik link ini untuk melihat daftar artikel yang telah dirilis. Semoga bermanfaat.

Ingat, tetap #dirumahaja agar Covid-19 segera berlalu. #stayhealthy dan semoga sukses.

 

Share :

Baca Juga

apa itu free cash flow (FCF), manfaat, cara hitung, rumus, kekurangan, kenapa penting bagi investor dalam analisa fundamental saham dan kreditur

Edukasi Saham

Free Cash Flow (FCF): Tujuan, Manfaat dan Kekurangannya dalam Analisa Fundamental
perusahaan fast moving consumer goods (FMCG) atau consumer packaged goods

Edukasi Saham

Fast Moving Consumer Goods (FMCG)
dilusi saham, rights issue dan hmetd, apa maksudnya saham terdilusi atau stock dilution?

Edukasi Saham

Dilusi Saham, Rights Issue dan HMETD
memahami economies of scale bagi perusahaan publik dan ukm (usaha kecil menengah), bagaimana cara mencapainya dan apa manfaatnya

Edukasi Saham

Economies of Scale: Definisi dan Apa Manfaatnya Bagi Perusahaan
apa itu definisi rasio profitabilitas dan apa manfaatnya, bagaimana cara menghitung rasio profitabilitas, how to calculate profitability ratios, apa rumus formula rasio profitabilitas

Edukasi Saham

Rasio Profitabilitas: Definisi, Manfaat, Analisa Fundamental
perbedaan market value dan market capitalization di pasar saham-cara belajar saham online

Edukasi Saham

Perbedaan Market Value dan Market Capitalization
cara memilih saham yang tepat untuk pemula

Edukasi Saham

Tips Memilih Saham Layak Beli Saat IHSG Anjlok
how to calculate return on assets (roa)

Edukasi Saham

Return on Assets (ROA) Ratio, Cara Hitung dan Apa Manfaatnya Bagi Investor